Aher: Air Adalah Kehidupan

Aher: Air Adalah Kehidupan
0 Komentar

KAB. SUMEDANG – Hari Air Sedunia, atau ‘World Water Day’, dimulai dari Sidang Umum PBB ke-47 yang berlangsung pada tanggal 22 Desember 1992 di Brazil. Pada saat itu, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1994. Salah satu agenda besar PBB adalah memastikan setiap orang di seluruh dunia untuk mendapatkan akses terhadap air bersih.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), menganggap Hari Air Dunia sebagai pengingat bahwa air menjadi hal yang harus disyukuri sebagai salah satu anugerah Tuhan yang tidak ternilai harganya. Air menjadi sumber kehidupan untuk dimanfaatkan pada berbagai kebutuhan hidup seperti minum, mandi, mencuci, dan keperluan lainnya.

“Kita ingin Hari Air Sedunia ini menjadi momentum bagi masyarakat Jawa Barat khususnya termasuk masyarakat Indonesia dan Dunia untuk memperhatikan, memelihara, melestarikan air, kita jaga baik kuantitasnya maupun kualitasnya,” kata Gubernur Ahmad Heryawan, pada Puncak Peringatan Hari Air Dunia ke XXV tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017, di Kawasan Waduk Jatigede Sumedang, Kamis (27/04/2017).

Baca Juga:Resah Karena Jaksa Nakal, Pejabat Karawang Lapor ke LBHDemiz: Kita Hijaukan Pantai Utara Jawa Barat!

“Air sangat penting, karena air adalah kehidupan, tidak mungkin ada kehidupan tanpa air. Oleh karena itulah mari kita jaga air dengan baik mulai dari hulu sampai dengan hilir,” sambungnya.

Maka kata Aher, perlu dibangun budaya yang baik terhadap air, budaya baik yang diimplementasikan masyarakat dengan memelihara kebersihan air sejak air mengalir dari Hulu hingga ke hilir.

Selain itu, Aher juga mengungkapkan keprihatinannya atas prilaku masyarakat yang belum memiliki kesadaran menjaga kelestarian lingkungan, khususnya air, hal tersebut terlihat dengan masih maraknya pencemaran air oleh sampah, limbah ternak, limbah rumah tangga, maupun limbah industri yang terjadi di sejumlah anak sungai di Jawa Barat.

Seperti contohnya yang terjadi di Sungai Citarum, Aher menuturkan kotornya Citarum terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian air. Namun disamping itu Aher berharap dengan berbagai program pelestarian air di Jabar, Mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya air untuk terus di jaga.

0 Komentar