Dalam penilaian untuk tahun ini kriteria yang dinilai menjadi lebih lengkap dengan ratusan indikator sehingga kompetisi antar daerah pun semakin ketat. Demikian disampaikan Taufik Budi Santoso, Kepala Biro Otda dan Kerjasama Pemprov Jabar yang juga hadir mendampingi Aher.
“Kriteria yang dinilai tahun ini lebih lengkap namun tetap akurat. Kompetisi antar daerah juga mejadi sangat nampak kita rasakan, namun Jabar masih konsisten mempertahankan pencapaian kinerja tahun sebelumnya,” jelas Taufik.
Taufik melanjutkan, “Dalam penilaian LPPD kali ini, Jabar meraih skor 3,1760, dan hanya terpaut tipis dengan Jatim yang meraih angka 3,1802, sementara peringkat tiga dan peringkat selanjutnya jauh di bawah kita,” imbuhnya.
Baca Juga:Pabrik Baru Mitsubishi di Cikarang Mampu Serap 3.000 Tenaga KerjaBesok, BPBD Jabar Gelar Simulasi Kebakaran dan Gempa di Gedung Sate
Menkopolhukam Wiranto mengatakan dalam sambutannya mewakili Presiden RI bahwa pemerintah mengapresiasi atas capaian kinerja tertinggi yang diberikan kepada pemerintah daerah berprestasi, Wiranto menilai keberhasilan itu menjadi pertanda sudah berjalannya koordinasi efektif terhadap seluruh proses pembangunan di daerah yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Untuk itulah pemerintah pusat memberikan penghargaan kepada para pimpinan daerah yang telah sukses melaksanakan kinerjanya. Kami ucapkan Selamat bagi daerah yang telah mendapatkan penghargaan ini,” tutur Wiranto.
Wiranto menambahkan bahwa kesejahteraan masyarakat yang menjadi tujuan utama otonomi daerah sejatinya akan diwujudkan melalui peningkatan kuaitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing daerah. “Disitu (tujuan utama otda- red) Pemda memiliki peran strategis dalam mewujudkan hal itu,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Sumarsono menerangkan maksud peringatan hari Otonomi Daerah pada setiap tanggal 25 April adalah sebagai momentum untuk mengevaluasi perkembangan kinerja pelaksanaan otonomi daerah pada 540 daerah otonom di Indonesia yaitu 34 Provinsi, 415 Kabupaten dan 93 Kota.
“Berdasarkan hasil EKPPD tahun 2016 terhadap LPPD tahun 2015 telah ditetapkan 2 kategori kinerja terbaik pemerintah daerah. Pertama pemerintah daerah dengan kinerja terbaik nasional selama 3 tahun berturut turut yaitu tahun 2013, 2014 dan 2015 yaitu Parasamya Purna Karya Nugraha, serta untuk tahun 2015 saja yaitu Satyalencana Karya Bakti Praja Nugraha,” jelas Sumarsono.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat bersama para kepala OPD terkait pada Selasa (21/2/17) lalu, memaparkan inovasi-inovasi yang telah dilakukan di hadapan Tim Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kemendagri di Gedung Sate, Bandung. Inovasi yang dipresentasikan sebagai best practice (ide, gagasan atau inovasi) adalah tiga. Pertama, e-Samsat. Kedua, Sistem Perizinan dan Pelayanan Terpadu. Ketiga, TPP atau Tambahan Penghasilan Pegawai yang berbasis kinerja.
