Meskipun angka kemiskinan Jawa Barat menujukkan persentase di bawah nasional, namun secara absolut cukup tinggi mencapai 4 juta jiwa sehubungan dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang terbesar di Indonesia.
Adapun di bidang Pembangunan Manusia, tahun 2016, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 70,19 poin dengan komposisi Indeks Pendidikan 61,39 poin Capaian Indeks Kesehatan mencapai 81,05 poin. Pengeluaran perkapita mencapai 9,8 juta rupiah lebih, dan Indeks pengeluaran sebesar 69,51 poin.
Dalam Musrenbang ini, Gubernur Aher juga memaparkan sejumlah tantangan pembangunan di tahun 2018. Salah satu tantangan yang nyata dihadapan mata kini, kata Aher, Globalisasi ekonomi yang menuntut peningkatan daya saing sumberdaya manusia dan produtivitas dan kualitas produksi. Dimana tantangan tersebut hadir bersamaan dengan semakin tingginya penduduk Jawa Barat yang sampai saat ini mencapai 47.379.389 jiwa.
Baca Juga:Digerebek Polisi, Kamar Kontrakan Ini Ternyata “Pabrik” Miras OplosanDinsos Bekali Pelatihan Korban Trafficking dan Lansia
Berdasarkan kondisi dan tantangan pembangunan Tahun 2018, maka dirumuskan 11 Prioritas Pembangunan sebagai berikut:
1. Akses dan Kualitas Pendidikan serta Keagamaan.
2. Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan.
3. Penyediaan infrastruktur layanan dasar pemukiman dan infrastruktur strategis di perkotaan dan perdesaan
4. Peningkatan iklim investasi, daya saing usaha dan pariwisata.
5. Peningkatan ketahanan pangan, energi dan sumber daya air.
6. Peningkatan kapasitas koperasi dan usaha kecil menengah serta daya saing industri.
7. Politik hukum dan tata kelola pemerintahan.
8. Pengelolaan sumber daya alam, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana.
9. Penanggulangan kemiskinan.
10. Peningkatan penataan ruang daerah.
11. Peningkatan kualitas kependudukan.
Maka selanjutnya kata Aher, diperlukan harmonisasi, sinkronisasi, dan sinergi terkait dengan usulan dan kesepakatan program/kegiatan dari seluruh hirarkhi pemerintahan yang mampu menjawab target-target akhir dari RPJMD.
Disamping itu, Aher juga mendorong para aparatur yang bekerja di lingkup kerjanya supaya Terus bekerja keras dan meningkatkan integritas dan loyalitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Aher juga berpesan agar Reformasi perencanaan dilaksanakan melalui penyusunan program yang mempunyai daya ungkit tinggi terhadap target-target kinerja yang telah ditetapkan (Program follow Result) dengan memperhatikan kerangka regulasi, dan Reformasi penganggaran dilaksanakan melalui penerapan anggaran berbasis kinerja, yaitu anggaran dialokasikan terhadap program-program yang terfokus kepada dampak dan benefit yang telah dirancang secara jelas dan terukur (money follow program).
