Sementara kota/kabupaten tujuan utama PMA dan PMDN merupakan kota/kabupaten kawasan industri. Tujuan utama PMA adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta, dan Kota Bekasi dengan investor PMA di Jawa Barat sebagian besar berasal dari Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Belanda. Untuk sektor tujuan investasi meliputi industri transportasi, konstruksi dan perumahan, serta industri mesin dan elektronik. Sedangkan tujuan utama PMDN adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Bandung.
Kerjasama lainnya yang tengah dilakukan Pemprov Jawa Barat yaitu dengan Arab Saudi. Investasi besar ini disepakati setelah Arab Saudi melakukan peninjauan lahan perkebunan Kopi Arabika di Garut, serta lahan pembangunan resort/kompleks pariwisata di Kabupaten Sukabumi pada bulan Februari-Maret 2017 lalu. Di lahan ini investor Arab Saudi telah menyatakan minatnya dan akan mengadakan kunjungan lanjutan pada Mei 2017 mendatang untuk meninjau lahan agrikultur.
Lebih lanjut, Wagub menambahkan bahwa West Java Ambassador Forum ini menjadi ajang bagi setiap kabupaten/kota di Jawa Barat untuk mengenalkan berbagai potensi yang dimiliki. Selama ini, para investor sulit mendapatkan informasi mengenai potensi unggulan yang dimiliki setiap daerah karena terbatasnya data.
Baca Juga:19 Hari Jasad Pahlawan Devisa Ini Tertahan Di Arab SaudiAnsor Kabupaten Bekasi Rekrut Kader Sebanyak-banyaknya Melalui PKD
“Jadi ajang ini untuk memasarkan sebenarnya segala potensi yang ada ada agar bisa diinvestasikan. Sementara ini (data) dikelola oleh BI kan untuk mendapatkan potensi-potensi unggulan yang dimiliki setiap daerah yang bisa dikerjasamakan,” tutur Wagub usai acara pembukaan West Java Ambassador Forum.
Sementara itu, dalam forum ini Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Juda Agung menyampaikan materi mengenai West Java Economic Outlook 2017. Juda menjelaskan mengenai kondisi perekonomian Indonesia dan Jawa Barat pada 2016. Secara umum pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 mengalami perbaikan bila dibandingkan 2015, salah satunya didukung oleh peningkatan sektor ekspor dan investasi serta tetap kuatnya konsumsi rumah tangga.
Sementara perekonomian Jawa Barat sendiri pada 2016 meningkat cukup tinggi dibandingkan provinsi lain, dengan inflasi yang terkendali serta penurunan tingkat kemiskinan. Tentunya, kondisi ini penting dalam mendukung dan meningkatkan iklim investasi di Jawa Barat.
