CIREBON – Masih ingat “objek wisata” jalan rusak Jeglugan Sewu di Blok Pakulen, Desa Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Kab Cirebon? Ya kondisinya kini makin memprihatinkan. Pantauan Jabar Publisher di lokasi, Minggu (12/3/2017) pagi, ruas jalan tersebut semakin parah dengan besaran lubang yang hampir menutupi seluruh badan jalan. Tingkat kedalamannya pun semakin dalam dan berbahaya untuk dilalui. Padahal akhir Januari 2017 lalu sudah ditinjau Bupati Cirebon dan Ia berkata akan segera memperbaikinya.
Tak sedikit pengguna jalan dan warga sekitar yang kesal lalu menggerutu soal kondisi jalan rusak tersebut. “Kiye dalan gede kok kaya sawah,” gerutu pengguna jalan saat JP mengambil gambar di lokasi. Bahkan Sabtu (11/3/2017) sore, seorang pengendara motor terjatuh dan terjebak di kubangan air tepat di tengah jalan rusak.
Tanpa harus sibuk bertanya, beberapa warga pun menghampiri JP. “Iraha ieu diberesana padahal geus dilongok ku pa bupati (kapan ini diberesinnya, padahal sudah ditinjau pak bupati),” ucap Toto, warga desa setempat sambil memarkirkan motornya. Keluhan yang sama juga diutarakan Ujang, warga Kec Losari yang kebetulan melintas.
Baca Juga:Coretan Dinding Ulah Kaum Vandalis Disulap Jadi GrafitiLima Handphone Ini Anti Air Loh, Buruan Cari Tau!!
“Bupati omdo (omong doang). Bisanya cuma ninjau sambil kampanye, bawa tongkat, dadah-dadah ke warga. Yang jelas dong, kasih tahu kapan diperbaikinya? Jangan bicara anggaran dan lelang lah, warga mah gak ngerti itu,” cetusnya, padahal JP sudah menjelaskan mungkin saat ini sedang dalam proses tender di Pemkab Cirebon.
Tak lama berselang, seorang pedagang kambing berteriak-teriak di atas motornya. “Kiye dalan gede kok kaya sawah, langka sing ngurus tah?!,” teriak pedagang kambing yang entah siapa namanya, sambil memilah-milah jalan yang masih layak dilewati.
Sekedar mengingatkan, Senin (30/1/2017), Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra blusukan ke Desa Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Kab Cirebon. Bersama rombongan, orang nomor 1 di Kabupaten Cirebon itu meninjau “objek wisata” jeglugan sewu.
Inspeksi mendadak (Sidak) tersebut dilakukan atas kritikan masyarakat terkait kondisi jalan di sana yang kondisinya berlubang serta bergelombang sangat parah. Terlebih curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan jalur tersebut semakin beresiko untuk dilintasi. Banyak jalan berlubang di mana-mana akibat tergerus hujan dengan intensitas tinggi.
