Menhub meminta pula agar faktor “Safety, Security dan Services” sangat diperhatikan, mengingat bandara Kertajati adalah bandara bertaraf internasional yang menuntut terpenuhinya ketiga faktor tersebut dengan baik. Menhub berharap, kehadiran bandara ini dapat memenuhi pangsa pasar besar di Jawa Barat yaitu Umroh. “Kertajati adalah salah satu proyek nasional yang kita harapkan sudah jadi paling lambat pertengahan 2018. Bisa digunakan untuk pesawat kelas 747 dan 777, salah satunya untuk memenuhi pangsa besar di Jawa barat yaitu kegiatan Umroh. Kalau sekarang kan kasihan, jamaah umroh dari Jawa Barat dan sekitarnya harus memakan waktu yang cukup lama untuk menuju bandara Soekarno Hatta,” terang Menhub.
Untuk itu, Menhub meminta agar semua pihak betul-betul berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dengan baik, agar bisa segera dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. “Jika 2018 selesai, kita pastikan level of safety security dan services itu bisa melayani masyarakat dengan baik,” ujar Menhub. Menhub menambahkan, selagi menunggu selesainya pembangunan, agar juga disiapkan akses jalan tolnya dan sudah melakukan upaya promosi, pemasaran dan mendorong tumbuhnya industri-industri baru di sekitar bandara. Pembangunan Bandara Kertajati bersama-sama antara Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat didukung beberapa investor swasta. Kemenhub membangun sisi udara seperti pembangunan landas pacu (runway), area parkir pesawat (appron), jalur pesawat (taxi way), pagar pengaman sekeliling bandara dan sebagainya.
Sementara, sisi darat dibangun oleh PT. BIJB yang merupakan perusahan gabungan yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jabar dengan investor swasta dengan porsi 51 persen Pemprov Jabar dan 49 persen swasta. Sisi darat yang dibangun adalah terminal utama penumpang, dan infrastruktur pendukung lainnya. Bandara Kertajati memiliki lahan seluas 1000 Hektar yang pembebasannya telah selesai dilakukan oleh Pemprov Jabar, dan akan dilanjutkan pembebasan lahannya hingga 1800 hektar.
Baca Juga:Bupati Berkoar Soal Pengganti Gotas, Begini Kata Ketua DPRDPantau Pleno KPU, Polres Metro Bekasi Terjunkan 500 Personel
Pembangunan sisi darat yang dilakukan PT. BIJB terbagi dalam tiga paket. Paket pertama, yaitu pekerjaan infrastruktur dengan target penyelesaian Juli 2017. Paket kedua, yaitu terminal utama penumpang dengan target penyelesaian November 2017. Paket ketiga, yaitu bangunan penunjang operasional dengan target penyelesaian Agustus 2017. Sementara pembangunan di sisi udara yang dilakukan Kemenhub, saat ini sudah terbangun runway sepanjang 2500 x 60 m2. taxiway, dan appron 432 x 98 m, menggunakan dana APBN sebesar 575 milyar rupiah tahun anggaran 2013 sampai dengan 2016.
