Sukabumi & Kota Bandung Jadi Contoh Dalam Lomba “SAKIP”

Sukabumi & Kota Bandung Jadi Contoh Dalam Lomba "SAKIP"
0 Komentar

BANDUNG – Plh Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, mengaku bangga dan memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, bahwa diantara pemerintah daerah kabupaten/kota se-Wilayah Sumatera, Banten, dan Jawa Barat, berdasarkan hasil evaluasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, terdapat dua kota yang telah memperoleh capaian yang membanggakan dalam hal SAKIP, yaitu Kota Bandung, meraih predikat ‘A’ dan Kota Sukabumi, dengan meraih predikat ‘BB’.

“Untuk itu, Saya secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Walikota Bandung dan Walikota Sukabumi beserta seluruh jajarannya. Menjadi harapan kita bersama ikhtiar yang telah dilaksanakan oleh Kota Bandung dan Kota Sukabumi dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi pemerintah daerah kabupaten/kota Jawa Barat dan umumnya bagi pemerintah daerah kabupaten/kota se-Indonesia,” kata Deddy Mizwar, pada acara Penyerahan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Wilayah I meliputi Sumatera, Banten, dan Jawa Barat Tahun 2016 yang berlangsung di Hotel Grand Royal Panghegar Bandung. Rabu (25/1/17).

Selanjutnya, Deddy mengimbau kepada seluruh Bupati/Walikota se-Jawa Barat untuk bersama-sama dan kompak untuk meningkatkan capaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah masing-masing, minimal dengan predikat ‘BB’. Sehingga mampu menjadi pemerintah daerah yang memimpin perubahan, berkinerja tinggi dan sangat akuntabel.

Baca Juga:Sering Nipu, Anggota BIN Gadungan Ini Diciduk PolisiAda yang Tahu, Berapa Jumlah Istri Habib Rizieq?

Sejalan itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam rangka meningkatkan capaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah (SAKIP) bersama pemerintah daerah Kabupaten/Kota se Jawa Barat, akan berkomitmen untuk bersinergi dalam perjanjian kinerja; penyusunan dokumen perencanaan yang berorientasi pada hasil (outcome) dan disertai dengan indikator kinerja serta target kinerja yang terukur; sosialisasi / pengarahan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah; Bimbingan Teknis melalui Pendampingan / Asistensi AKIP kepada OPD Wajib dan OPD Pilihan; pembinaan / fasilitasi kepada pemerintah daerah Kabupaten/Kota; serta mendorong untuk menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah yang diarahkan untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengatakan, hasil evaluasi SAKIP yang dilakukan pada tahun 2016 menunjukkan peningkatan rata-rata nilai evaluasi pada kabupaten/kota dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2016, rata-rata nilai evaluasi SAKIP kabupaten/kota adalah 49,87, meningkat dari tahun 2015 yang hanya 46,92, atau mengalami peningkatan sebanyak 2,95 poin. Namun kata Asman, meskipun terjadi peningkatan, rata-rata kabupaten/kota pada tahun 2016 masih menyandang nilai dibawah 50, yang artinya masih berada pada kategori C.

0 Komentar