“Oleh karena itulah, kami bangga dengan masyarakat Jawa Barat atau masyarakat NTB asal Jabar yang ada disini,” tambah Aher yang juga Ketua Dewan Pembina Formas Sunda Ngumbara. Jawa Barat dan NTB seakan memiliki kerterikatan bathin sejak dahulu. Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi mengatakan, provinsi yang dipimpinnya saat ini pernah juga dipimpin oleh Gubernur dengan latar belakang warga Jawa Barat, H. R. Wasita Kusumah kelahiran Tasikmalaya, 10 Agustus 1929. Wasita Kusumah menjadi Gubernur NTB selama dua periode, yaitu 1968-1973, dan 1973-1978.
“Gubernur kedua Nusa Tenggara Barat itu adalah juga dari Tatar Sunda, Gubernur NTB kedua itu adalah Bapak Wasita Kusumah. Beliau menggantikan Ruslan Tjakraningrat. Dan setelah beliau tidak kurang-kurang putra Sunda yang terus berkiprah untuk memajukan Nusa Tenggara Barat, termasuk sampai sekarang banyak yang menemani saya, baik pejabat struktural maupun fungsional di Pemprov NTB,” cerita Zainul Majdi.
Zainul juga menegaskan bahwa dengan hadirya Gubernur Jawa Barat pada kesempatan ini sebagai sebuah bentuk penegasan. Penegasan terhadap sesuatu yang paling berharga dimiliki bangsa Indonesia dengan beragam etnis atau suku dan budayanya. “Menurut saya yang paling penting dari kehadiran beliau (Gubernur Aher) ini adalah sebagai bentuk penegasan, bahwa yang kita lakukan saat ini adalah menjaga sesuatu yang paling berharga yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia, itulah silaturahim dan persaudaraan diantara kita semuanya,” pungkas Zainul Majdi.
Baca Juga:Gelar Munas Perdana, Ini Prestasi Gemilang PAB BoSS Untuk BangsaSoal TKA, Pemprov Jabar Genjot Kerja Pengawas Ketenagakerjaan
Orang Sunda atau warga Jawa Barat yang ada di NTB berdasarkan data yang ada mencapai 1.800-an orang. Mereka ada di sekitaran Kota Bima hingga Kota Mataram, sementara di Kota Bima sendiri ada sekitar 150 orang Sunda bermukim disana. Namun, diyakini warga Jabar yang ada di NTB bisa mencapai puluhan ribu orang dengan berbagai latar belakang dan profesi. “Silih asah, silih asih, silih asuh, silih wawangi. Semua apa yang kami lakukan seperti ini berkat kerjasama warga Sunda yang ada di NTB,” ungkap Kang Josep.
Sebelum Formas Sunda Ngumbara, Paguyuban Masyarakat Sunda di NTB sudah ada sejak 1967 dengan dibentuknya Paguyuban Eka Warga Jabar. Hingga saat ini, ada juga paguyuban lain seperti Pasundan dan Viking Lombok. “Forma Sunda Ngumbara ada adalah untuk memayungi semuanya, termasuk Paguyuban Masyarakat Sunda yang sudah ada,” kata Ketua Umum PP Formas Sunda Ngumbara Jaka Bandung. “Acara ini ada untuk bersilaturahim dan bukan masalah politik, kita tidak menggiringkan warga untuk masalah politik. Karena yang penting buat silaturahim dan untuk meningkatkam keterikatan, tali persaudaraan kita,” lanjutnya. (rls)
