Dalam tatanannya keluarga dapat menyusun ulang visi keluarga sukses dunia akherat bersama sama membangun rumah di syurga. Karena bangunan keluarga bukan hanya unuk kehidupan duniawi tapi juga ukhrawi sekaligus. “Tentu yang terpenting untuk mengevaluasi pola komunikasi,” sambungnya. Selain itu benteng pertahanan diri terhadap narkoba juga dapat dimulai dengan pendidikan agama sejak usia dini bagi anak. Pembinaan kehidupan rumah tangga yang harmonis, penuh dengan perhatian dan kasih sayang, untuk ketahanan keluarga. Menjalin komunikasi yang baik, antara orang tua dan anak. Anak- anak diberikan pengetahuan sedini mungkin tentang narkoba, jenis, dan dampak negatifnya.
Terkait pendidikan agama, Aher menyatakan, seiring alih kelola SMK/ SMA oleh Provinsi, dirinya akan mengimbau setiap sekolah untuk membiasakan mengaji setengah jam sebelum jam pelajaran pertama dimulai. Pada seminar tersebut juga dibacakan “Deklarasi Jihad Terhadap Narkoba”, yang dibacakan ormas – ormas Islam dalam persahabatan ormas Islam (LPOI). Deklarasi berbunyi: “Kami Ormas – ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), mendeklarasikan Jihad terhadap narkoba demi kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI):
1. LPOI bertekad membersihkan narkoba dari seluruh sekolah- sekolah NN ya, mulai pesantren, sekolah dasar, sampau dengan perguruan tinggi.
Baca Juga:Nelayan Kabupaten Cirebon Dapat “API” Senilai Rp 8,2 MiliarAlma Pensiun, Tiga Orang Ini Bersaing Ketat “Rebut” Jabatan Kadinkes Jabar
2. Mendukung penuh Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka membasmi tuntas bandar dan pengedar narkoba di Indonesia.
3. Menuntut Pemerintah untuk memperjuat BNN melalui pembentukan Detasemen Khusus (Densus).
4. Mendesak kepada Presiden Republik Indonesia untuk tidak memberi pengampunan kepada terpidana bandar dan pengedar narkoba serta segera mengeksekusi terpiana mati.
5. Memerangi kejahatan narkoba termasuk pengkhianat Bangsa yang bekerjasama dengan kekuatan perusak dari dalam maupun luar negeri.”
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengapresiasi deklarasi tersebut, “Deklarasi ini menambah kekuatan saya. Narkoba masalah besar bangsa kita. Setelah menjadi kepala BNN saya ngeri sendiri, saya tahu begi tu dahsyatnya ancaman untuk keberlangsungan bangsa kita,” Ungkap Budi. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk tersangka narkoba berdasarkan jenis pekerjaan pada tahun 2008 s/d 2012 menunjukan jumlah yang signifikan, PNS tercatat 1.318 orang, Polri/TNI 1.365 orang, Tani 4.645 orang, Buruh 18.321 orang.
