Ia pun mengakui, pengerjaan senderan lebih bagus yang menjadi kewenangan BBWSCC yang tak jauh dari lokasi pengerjaan senderan tersebut. Bahkan, katanya, BBWSCC telah memberi lebih untuk panjang pengerjaan tanggul yang disender serta kualitas barang-barang yang digunakan juga sangat jauh dari yang sekarang dikerjakan.
Ia meminta kepada pemborong yang bersangkutan agar serius dan memberikan kualitas bangunan pada senderan itu, agar katanya, tak hanya membuang-buang anggaran negara tersebut. “Seharusnya pemborong fokus selesaikan senderan ini dulu, ini sih malah sebagian pekerjanya dipindah ke proyek lain. Bagaimana bisa cepat selesai dan hasilnya baik,” katanya.
Sementara itu saat dikonfirmasi, pemborong proyek senderan tersebut, Nana menyampaikan, terkait penggunaan batu dari kali sebenarnya atas permintaan warga setempat karena untuk menghindarkan arus sungai yang deras. Maka katanya, harus membuat jalur air yang agak jauh dari pengerjaan senderan. Adapun terkait pengerjaan yang asal-asalan, ia mengakui semuanya sudah sesuai dengan spek telah ditentukan. “Kalau batu cadas itu untuk mengurug saja. Dan insya Allah bisa selesai sampai tanggal 25 Desember nanti,” ujar Nana.
Baca Juga:Ketok Palu! APBD Kabupaten Bekasi 2017 Rp 5,1 TriliunIndonesia Libas Thailand 2 – 1, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Tiga Kali
Hal itu yang membuat warga setempat mengeluh, karena dikhawatirkan tak bertahan lama. Padahal seringkali warga komplen terhadap pemborong yang mengerjakan proyek tersebut. Namun, tak dihiraukan oleh yang memegang pengerjaan senderan yang nilainya hampir Rp 1 miliar itu. Perlu diketahui pekerjaan pembangunan dan peningkatan sumber air, pekerjaan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa, dan jaringan pengairan lainnya dan program pengendalian banjir, waktu pelaksanaan 75 hari kalender, biaya Rp 922.803.000, pelaksana CV. Trijaya Teknik. (gfr)
