“Guna mendukung terwujudnya penyusunan Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang baik, maka diperlukan sumber daya manusia yang mampu melaksanakan pengkajian kebutuhan pascabencana secara cepat, tepat dan terpadu. Makanya kita libatkan semua sektor terkait di sini,” ulasnya. Di akhir wawancara Ia juga menekankan pentingnya semua pihak untuk merubah mindset tentang bencana. Di mana langkah prefentif hingga pascabencana ini tentang bencana ini harus digalakkan dan difahami secara utuh. “Jadi bukan berarti merencanakan bencana, tidak seperti itu maknanya. Tapi ketika semua pihak sudah faham dan terlatih dengan mindset ini, dampak bencana dapat diminimalisir. Begitu pula penanganan pascabencananya, dengan perencanaan yang tepat dan SDM yang mumpuni, akan menjadi lebih terakomodir dengan baik,” pungkas Rosmananda. (jay)
BPBD Jabar Gelar Roadshow “Bimtek Jitu Pasna” Hingga November 2016
