Waspada!! NKRI Darurat Bencana Kesehatan Fisik & Mental

Waspada!! NKRI Darurat Bencana Kesehatan Fisik & Mental
0 Komentar

Pemerintah melalui seluruh OPD dan SKPD  TERKAIT yang menjadi pelaksana  administrasi penyaluran APBN dan APBD WAJIB menjangkau program yang berkesinambungan dan dapat dipertanggung-jawabkan akuntabilitasnya kepada  orang tua anak , remaja dan dewasa dengan kebutuhan khusus dan organisasi komunitas  keluarga penyandang disabilitas seperti Konsorsium  Anak-Remaja – Dewasa Penyandang Disabilitas, PORTADIN, Penguatan Taman Pos Yandu,FKKADK dan RBM  dimana sinergitas antar komponen bangsa ini akan sangat banyak membantu meningkatkan cakupan HAK  AZASI MANUSIA all mencakup imunisasi yang bebas dari zat kimia beracun dan terapi rehabilitasi para penyandang disabilitas yang kontinyu. Irisan lembaga non- struktural yang harus mendanainya adalah lembaga BazNas dan CSR BUMN  setiap Provinsi, Kota dan Kabupaten melalui Renstra Perencanaan Daerah (Bappeda Provinsi – Kota dan Kabupaten).

Di hampir semua negara berkembang, para penyandang disabilitas secara rutin menghadapi kesulitan-kesulitan tertentu dalam mengakses air minum yang aman dan sanitasi dasar. Fasilitas seringkali tidak bisa diakses secara fisik, dan di beberapa tempat, fasilitas yang baru masih dirancang dan dibangun tanpa perhatian yang memadai untuk anak-anak penyandang disabilitas. Meskipun intervensi rendah biaya dan rendah teknologi seperti kakus jongkok semakin banyak tersedia, informasi tentang hal itu masih harus disebarluaskan dan dimasukkan dalam kebijakan dan praktek WASH. Rintangan-rintangan sosial juga menghambat akses. Anak-anak dengan disabilitas seringkali menghadapi stigma dan diskriminasi sewaktu menggunakan fasilitas rumah dan fasilitas umum, misalnya, karena adanya ketakutan yang tidak beralasan bahwa mereka yang mencemarinya. Apabila anak-anak penyandang disabilitas, terutama anak perempuan, dipaksa untuk menggunakan fasilitas terpisah, mereka berisiko mengalami kecelakaan atau serangan fisik, termasuk perkosaan. Anak-anak penyandang disabilitas mungkin tidak akan bersekolah karena menginginkan toilet yang bisa mereka akses; mereka seringkali menyatakan terpaksa mengurangi makan dan minum agar tidak terlalu sering ke toilet – yang dengan sendirinya akan membahayakan status gizi mereka.

darurat-keswa-2Anak-anak dan remaja penyandang disabilitas hampir seluruhnya diabaikan dalam program kesehatan reproduksi dan seksual dan program HIV/AIDS, karena mereka seringkali dianggap tidak aktif secara seksual, kecil kemungkinan untuk menggunakan  zat dan kurang berisiko terhadap kekerasan dibandingkan dengan teman-teman mereka yang tidak mengalami disabilitas. Banyak remaja penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan bahkan informasi dasar tentang bagaimana tubuh mereka berkembang dan berubah, dan karena mereka sering diajarkan untuk diam dan patuh, mereka sangat berisiko untuk disalahgunakan. Akibatnya, mereka berisiko untuk terinfeksi HIV. Para penyandang disabilitas dari semua umur yang positif HIV berkemungkinan kecil akan mendapatkan pelayanan yang tepat dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak penyandang disabilitas, karena fasilitas dan program jarang sekali yang mempertimbangkan kebutuhan mereka.

0 Komentar