Sementara itu, Ketua Panitia Festival Tjimanoek 2016. H. Sugiyanto mengatakan, tujuan diselenggarakannya Festival Tjimanoek 2016, selain sebagai upaya pelestarian seni tradisi dan budaya Indramayu, juga menjadi sarana promosi potensi Indramayu ke kancah regional, nasional dan internasional.
“Banyak sekali yang didapat dari rangkaian kegiatan seputar Hari Jadi Indramayu. Selain menghibur masyarakat dan sektor menggerakan ekonomi kerakyatan, juga dapat mengenalkan nama Indramayu ke tingkat nasional bahkan internasional dengan pemberitaan-pemberitaan kegiatan di seputar Hari Jadi Indramayu ini,” katanya.
Dengan banyaknya berita yang positif, Sugiyanto optimis akan terbangun citra yang positif untuk Indramayu. “Tentunya hal ini (red: citra positif) harapan kita semua. Citra yang baik menjadi modal dasar yang berguna bagi pembangunan,” katanya.
Baca Juga:Waspada!! NKRI Darurat Bencana Kesehatan Fisik & MentalTriwulan III 2016, Laba Bersih bank bjb Naik 55,6%
Dalam kesempatan tersebut Sugiyanto meminta, logo Festival Tjimanoek agar dipatenkan menjadi branding pada perayaan Festival Tjimanoek tahun selanjutnya. “Logo Festival Tjimanoek di hurup ‘O’-nya bergambar gedong gincu. Itu menjadi ikon bagi Indramayu sebagai rajanya gedong gincu,” pintanya.
Di akhir sambutannya, Sugiyanto mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada masyarakat Indramayu atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya sebagai Panitia Festival Tjimanoek 2016. “Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini. Saya meminta maaf apabila selama Festival Tjimanoek ini masih banyak kekurangan. Insya Allah kekurangan itu menjadi bahan kajian dan evaluasi bagi kami agar di tahun-tahun mendatang kegiatan serupa dapat berjalan lebih baik lagi,” tuturnya.
