Aher menyebutkan beberapa aspek kekurangan eksisting stadion justru digarap dan disempurnakan melalui skema pembiayaan operasional PON. Mulai dari penerangan jalan, sistem kelistrikan, instalasi air bersih, penyempurnaan lahan parkir, CCTV, cat bangunan, dan lain-lain.
Bahkan, tidak kalah penting, pintu tol KM 149 pun bisa segera dibuka untuk umum karena dikebut pelaksanaannya oleh Pemprov, Pemkot dan Pemerintah Pusat salah satunya demi membuka akses menuju GBLA. Jadi nantinya, selepas PON, makin mudah saja menuju GLBA.
Delapan Tahapan Recovery Rumput Satria Yanuar Akbar dari Bidang Upacara PB PON mengatakan, ada delapan tahapan recovery yang akan dilakukan timnya. Pertama, pemeriksaan daun. Beberapa ruas daun akan mengalami kematian dan terlepas dari akar utama, sehingga pekerja akan menyisir dan memisahkan rumput yang mati dan melakukan penyiangan.“Setelah disisir akan dilakukan pemampatan dan pemberian nutrisi. Setelah rumput mati terlepas, rongga dasar agregat akan diberikan pemadatan dan diisi campuran nutrisi tanah. Hal ini akan merangsang pemberian nutrisi dan percepatan pertumbuhan tunas baru,” katanya.Langkah selanjutnya menentukan keasaman tanah. Setiap jenis rumput membutuhkan tingkat keasaman berbeda guna menghasilkan pertumbuhan tanah optimum. Dilakukan metoda perekayasaan PH agar rumput jenis Zoya Mer yang akan ditanam di GBLA mendapatkan medium ideal dan dapat dilaksanakan percepatan pertumbuhan.Setelah didapatkan Ph ideal, kata dia, dilakukan pemberian nutrisi tambahan bagi rumput. Selepas itu, dilakukan pemberian microba dan materi organik, proses oksidasi pada rumput baru, penyemaian rumput baru, dan terakhir perawatan rumput baru.“Dalam proses ideal, dibutuhkan waktu 60 hari untuk dapat menjadikan rumput sehat seperti semula. Kami akan terus bekerja agar Stadion GLBA bisa kembali digunakan untuk kepentingan seluruh masyarakat Jawa Barat,” tutup Satria. (rls/jay)
