TASIK – Akibat guyuran hujan akhir-akhir ini, sekitar enam hektar areal di Tasikmalaya amblas dan tertimbun longsoran tanah. Longsor di Tasik ini sudah mulai terjadi sejak hari Jumat lalu. Longsoran tanah tersebut terjadi di Kampung Datarhuni, Desa Malatisuka, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Mayoritas lahan yang terkena longsor di Tasik ini merupakan areal pesawahan milik warga.
Sejak pagi tadi,Minggu (10/02), aparat terkait dari beberapa lembaga sudah meluncur ke lokasi, diantaranya Camat Gunung Tanjung, Kapolsek Gunung Tanjung, serta petugas dari Badan Geologi dan Geofisika Bandung serta BPBD Kabupaten Tasikmalaya. Saat tiba di lokasi, rombongan aparat terkait langsung mengambil langkah-langkah antisipasi agar dampak longsor dan tanah amblas tidak semakin parah.
“Kita dorong semua pihak untuk segera berkoordinasi, kita kerja bakti bersama-sama warga,” terang Kapolsek Gunung Tanjung, IPTU E. Sutisna Permana kepada Wartawan melalui sambungan telepon seluler. Menurut IPTU Sutisna, salah satu hal teknis yang bisa langsung dikerjakan bersama-sama adalah dengan cara memberikan tahanan bebatuan, agar areal tanah yang amblas dan longsor tidak semakin meluas.
Baca Juga:Yayasan Almau’izhatul Husna Gelar Pawai Sambut Tahun Baru Islam 1438 HKabel Traffic Light Dicuri, Kawasan Dago Bandung Macet
“Kita sudah minta warga setempat waspada, karena daerah tersebut berpotensi longsor,” tambah IPTU Sutisna. Pada kesempatan yang sama, petugas dari Badan Geologi dan Geofisika Bandung serta BPBD Kabupaten Tasikmalaya langsung melakukan penelitian kontur tanah. “Ya, dari geologi dan BPBD langsung mengkaji apakah daerah tersebut layak atau tidak untuk dijadikan hunian warga,” pungkas IPTU Sutisna. (and)
