Sumur Warga di Kampung Poncol Bekasi Mengering, Ini Kata Pengembang Perumahan

Sumur Warga di Kampung Poncol Bekasi Mengering, Ini Kata Pengembang Perumahan
0 Komentar

Sumur Warga di Kampung Poncol Bekasi Mengering, Ini Kata Pengembang Perumahan

BEKASI – Sangat ironis bagi warga di Kampung Poncol, RW 24 Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Pasalnya, daerah tersebut adalah wilayah yang air tanahnya terbilang bagus dan berkecukupan. Sebab, daerah yang berada di antara jalan R.A Kartini dan M Hasibuan itu diapit dan berdekatan dengan sungai besar seperti Kali Bekasi dan Kalimalang.

Namun, sejak adanya pembangunan Apartemen Wismaya, yang sedang melakukan pengeringan air untuk bagian basementnya. Membuat air tanah warga Kampung Poncol ikut mengering. Dimana, sebelumnya wilayah tersebut tidak pernah mengalami kekeringan pada sumur dirumah warganya.

Baca Juga:40 Perusahaan di EJIP Gotong Royong Peringati HUT RI ke-71Ada Tower Berdiri Tanpa Sosialisasi, Warga Gembongan Ngeluh

Kekeringan air sumur yang dialami warga di RW 24 itu, terjadi sekitar 2 minggu lalu. Pihak RT setempat sudah melaporkan hal tersebut ke pihak Apartemen Wismaya dalam hal ini pengembang Langgeng Makmur Perkasa (LMP). Akan tetapi, pihak LMP tidak ada respon yang cepat untuk masalah itu. Maka itu, warga beserta perangkat RT dan RW melakukan audiensi untuk mendapatkan titik terang dengan pihak pengembang dan pihak pelaksana pembangungan atau kontraktor dari Adhi Persada Gedung (APG), di Aula Majlis Taklim Roudhotul Irfan, milik warga RW 24 di jalan M Hasibuan, Selasa malam (30/8).

Salah seorang warga RT 01 yang mengalami kekeringan pada air sumurnya, Haji Ade mengatakan, sejak dirinya pindah ke Kampung Poncol yang berada di RT 01/24 pada tahun 80-an. Tidak pernah terjadi kekeringan terhadap sumurnya. Namun, entah mengapa setelah adanya pembangunan apartemen dan yang katanya sedang melakukan pengeringan. Menyebabkan sumurnya ikut mengering.

Meskipun dari pihak pengembang sudah menyediakan air dari tangki pada hari Minggu lalu (28/8), kata Haji Ade, itu tidak cukup bagi warga yang air sumurnya kekeringan. Sebab, air yang disediakan oleh pengembang tidak layak untuk digunakan, karena bau dan kotor.

“Saya dirugikan banyak, lubang sumur saya itu untuk 6 rumah. Saya mohon untuk sumur kami dibor-kan saja agar lebih dalam saja hingga dapatkan air kembali. Dulunya itu air sumur saya layak untuk MCK, sekarang saya mau wudhu untuk salat malam saja tidak bisa, ya gak lucu. Dari tahun 1987 saya disini belum pernah kekurangan air, sekarang mesin pompa (sanyo) saya sampai panas air tidak ada ? Saya tidak mau pakai tangki air dari pihak pengembang, saya cuma mau di bor-kan lagi sumur saya,” tegasnya dalam audiensi semalam. Ia menambahkan, warga hanya ingin penyelesaian bukannya janji dan ini masalah air yang memang sangat dibutuhkan.

0 Komentar