SETIAP ibadah yang diperintahkan oleh Allah pasti mengandung hikmah yang sangat besar. Namun, kadang sebagian manusia tidak mampu untuk memahaminya dan tidak sabar menjalaninya. Tahukah Anda, mengapa Allah menwajibkan shalat lima waktu dengan jumlah rakaat yang berbeda? Berikut ini penulis jabarkan penjelasan scara logika kehidupan sehari-hari juga latar belakang sejarahnya soal “misteri” perbdaan rakaat shalat 5 waktu ini.
Allah memfardhukan dua rakaat pada waktu subuh, empat rakaat pada waktu zuhur dan asar, tiga rakaat pada waktu magrib, dan empat rakaat pada waktu isya. Dia jadikan urutan shalat ini dengan perbedaan waktu-waktunya agar manusia selalu dekat dengan Allah yang tidak membebaninya dengan tambahan bilangan rakaat dari jumlah yang telah ditentukan.
Apabila seseorang menunaikan shalat dalam bentuk ini, niscaya ia tidak akan merasakan letih dalam beribadah dan tidak akan pula merugikan kemashlahatan hidupnya. Karena sesungguhnya Dia lebih mengetahui kemampuan hamba-Nya. Perumpamaannya seperti seorang dokter yang memberikan obat untuk pasien, mustilah sesuai dengan dosis yang diperlukan.
Baca Juga:Pemprov Jabar Gelar Ciletuh – Palabuhanratu Geopark Festival 2016HUT RI, 11.010 Napi Di Jabar dapat Remisi
Kita diwajibkan shalat dua rakaat pada waktu subuh karena pada waktu ini badan belum begitu energik sehingga cukup dengan dua rakaat. Allah mewajibkan empat rakaat pada waktu zuhur karena pada waktu ini rasa malas telah hilang dari tubuh, begitu halnya pada waktu asar. Sementara itu, diwajibkan tiga rakaat pada waktu magrib karena ia sebagai penutup siang, dan empat rakaat pada waktu isya karena pada waktu ini manusia terlepas dari aktivitas dan pekerjaannya sehari-hari.
Waktu shalat wajib yang lima kali sehari ini adalah waktu yang sesuai dengan fitrah manusia. Secara kontinu, fisik, pikiran, dan emosi kita akan di-charge sehingga energi kita akan menjadi full dan siap beraktivitas kembali. Biological clock (jam biologis) atau biorhythm (irama kehidupan) tubuh kita tentu akan berputar tepat karena kita menggunakan mesin asli dari Pembuatnya. Kita diciptakan oleh Allah, kemudian kita atur siklus tubuh dengan aturan waktu Allah melalui shalat, tentunya tidak ada tumpang tindih dalam pengaturan tersebut.
