Sinyal Megawati tak akan mengusung Ahok lainnya adalah pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Menurut Hasto, kekuasaan politik bagi PDI Perjuangan dimaknai sebagai proses pengambilan keputusan politik untuk membumikan wajah kekuasaan yang merakyat, berpihak pada wong cilik, dan membangun masa depan Indonesia agar berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.
Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa proses kelembagaan partai untuk menyiapkan calon pemimpin, termasuk calon kepala daerah betul-betul harus dipersiapkan dengan baik.
“Menjadi calon kepala daerah bukan sekedar elektabilitas semata. Elektabilitas akan menciptakan kesombongan individual jika tidak disertai pemahaman watak kepemimpinan yang merakyat, rendah hati, dan menyatukan. Atas dasar itulah kekuasaan ditujukan untuk kepentingan kolektif rakyat, bukan kepentingan kapital yang sering kali campur tangan dalam setiap pilkada,” kata Hasto usai memberikan pengarahan di rapat kerja daerah (Rakerda) DPD PDIP Sulawesi Utara di Manado, Selasa (9/8).
Baca Juga:Harga Tiket KA Eksekutif dan Bisnis Hanya Rp17 RibuHoboh! Tuyul Gentayangan di Ujungberung
Untuk diketahui, saat ini nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dinilai sebagai lawan tangguh Ahok di Pilgub DKI Jakarta. Sejumlah relawan dan warga mendesak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar mengusung Risma di Pilgub mendatang. (mdc)
