KETUA Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri tak akan diberikan “tiket” Pilgub DKI kepada Ahok. Dan itu, merupakan sinyal kuat, hubungan antara bakal calon incumbent Pilgub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan PDI Perjuangan kian merenggang.
Bukan tanpa sebab PDI Perjuangan enggan memberikan dukungan terhadap Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang. Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu berang alias kesal terhadap sikap Ahok.
Mantan Wagub DKI ini dianggap tak menghargai mekanisme partai dan mengaku tak butuh dukungan PDIP. Ahok merasa sudah cukup nyalon di Pilgub DKI dengan hanya didukung Partai Golkar, NasDem dan Hanura.
Baca Juga:Harga Tiket KA Eksekutif dan Bisnis Hanya Rp17 RibuHoboh! Tuyul Gentayangan di Ujungberung
Ahok sempat ‘merayu’ dan sempat melaporkan posisinya saat memilih jalur partai politik dan meninggalkan jalur independen kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Namun ternyata, respon yang diterima tak semulus keinginan Ahok.
Kala itu, Ahok diajak Presiden Joko Widodo satu mobil dengan Megawati, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Puan Maharani menghadiri Rapimnas Partai Golkar. Kabarnya, di dalam mobil Megawati menawari Ahok jadi kader PDIP jika ingin diusung oleh partai berlogo banteng itu di Pilgub DKI. Tetapi Ahok menolak tawaran dan permintaan Megawati. Sejak itu, respon Megawati terhadap Ahok dingin dan bahkan Ahok pulang duluan usai acara Rapimnas Golkar tersebut.
“Ya saya ngomong aja, saya sampaikan bahwa, Bu (Megawati) saya udah putuskan sama Teman Ahok dan tiga partai (Hanura, NasDem dan Golkar) pakai jalur parpol. Terus PDIP, dia (Megawati) bilang, kita ada mekanisme,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/7) lalu.
Dalam Rapimnas Golkar, Megawati duduk tak jauh dari Ahok. Keduanya hanya dipisahkan oleh satu kursi yang diisi oleh Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical).
Wajah Megawati terlihat datar, tanpa senyum, apalagi tepuk tangan saat semua orang menyambut Ahok di arena Rapimnas.
Teranyar, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan dan pembukaan rapat kerja daerah (Rakerda) DPD PDIP Sulawesi Utara di Manado, Selasa (9/8). Kader PDI Perjuangan dan kepala daerah yang diusung PDIP diminta Megawati untuk menjaga etika dan sopan santun dalam berpolitik.
