Bagi pasien yang memang ingin mengetahui perihal Vaksin Palsu lebih lanjut, pihaknya membuka posko layanan informasi khusus untuk melayani media, pasien dan masyarakat. “Kita membuka pintu kerjasamanya dengan para pihak yang terkait untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini. Para pasien dan masyarakat luas kami imbau untuk sentiasa tenang, waspada dan bijaksana dalam menyikapi kekisruhan dan bencana Nasional ini,” terangnya.
Syamsul pun menjamin bahwa seluruh supplier Vaksin dan Farmasi yang bekerjasama dengan pihaknya akan segera mengaudit ulang legalitasnya. Untuk melindungi pasien dan masyarakat luas. Audit tersebut akan dilaksanakan secara periodik dan menyeluruh untuk memastikan hal ini tidak terulang lagi di kemudian hari.
Seperti di ketahui, ke 13 RS pengguna Vaksin Palsu itu, diantaranya Dr Sander – Cikarang, Bhakti Husada – Cikarang, Sentral Medika – Cikarang, RSIA Puspa Husada, Karya Medika II – Tambun, Kartika Husada – Setu, Sayang Bunda – Bekasi, Multazam – Bekasi, Permata – Bekasi, RSIA Gizar – Cikarang, Elizabeth – Bekasi, Hosana Lippo Cikarang – Cikarang dan Hosana Bekasi – Bekasi. Sedangkan 1 RS lainnya berada di Jakarta Timur, yakni Harapan Bunda, Kramat Jati. Penyuplai Vaksin Palsu untuk RS yang ada di Bekasi, rata-rata dari Sales Juanda atas nama perusahaan CV Azka Medika. (iar)
