Kekecewaan Dicky nampak jelas terlihat dari sorot matanya. Di satu sisi, sebagai pengurus dia sadar peristiwa itu bakal berdampak bagi nama XTC oleh citra buruk yang sudah terlanjur tanam di benak masyarakat. Hanya ketika polisi belum mengungkap pelaku maka cap dan tuduhan tetap dialamatkan kepada mereka.
“Fenomena ini sudah dua kali ke kita, tahun 2013 misalnya ada kasus penusukan tentara dan pelaku tidak tahu sampai sekarang. Dan tuduhannya sama ke geng motor. Keluar foto-foto BAP lama. Nah sekarang, mungkin 4 orang pelaku dan kelompok lebih dari 40 orang malah belum ditemukan. Yang itu tidak terungkap sekarang juga belum terungkap. Resiko sih kita karena jumlah banyak dan punya sejarah di masa lalu,”
Sejauh pelaku belum diungkap, Dicky berharap agar kepolisian profesional dan tak sekedar mengumbar isu menakutkan masyarakat. Menurut dia, pelaku bisa saja mengatasnamakan keempat klub sebenarnya bukan anggota resmi. “Terlalu ditakuti, masyarakat juga seperti itu. Sebelum pelaku ditangkap imbasnya ke empat ini dan meski kita lakukan kegiatan positif juga ya rada takut karena capnya kan geng motor,” lanjut dia.
Baca Juga:Astagfirullah…Seorang Pemuda Posting di FB Foto Dirinya Injak AlquranAhok Dukung Dedi Mulyadi jadi Gubernur Jabar 2018
XTC, sebagaimana klub motor lainnya, kata Dikcy bersiap membantu polisi dan TNI untuk menemukan pelaku. Pintu markas XTC di Jl. Ambon, Kota Bandung senantiasa terbuka. Terbukti, beberapa malam lalu, dua petinggi TNI datang ke markas ini untuk berkoordinasi. Soal praduga dan tuduhan masyarakat, lanjut dia tidak bisa disalahkan. Dia mengatakan semua pengurus akan berusaha memulihkan citra kelam di masa lalu. (bay)
