XTC Bantu Polisi Buru Geng Motor Pembunuh Anggota Kopassus

XTC Bantu Polisi Buru Geng Motor Pembunuh Anggota Kopassus
1 Komentar

BANDUNG – Kasus penusukan seorang anggota Kopassus oleh geng motor di Bandung hingga kini belum terungkap. Dua pekan berlalu, polisi belum juga berhasil menangkap pelaku yang menewaskan anggota Kopassus itu. Empat klub motor di Kota Bandung, kini menjadi sorotan dan dituding sebagai pelakunya. Keempat klub motor itu adalah XTC, Brigez, Moonraker dan GBR. Tudingan dialamtkan lantaran keempat klub motor itu terkenal kejam dan sadis di masa lalu.

Tak mau disalahkan, Excalt to Creativity (XTC) Kota Bandung langsung sigap. Mereka lalu menghubungi Polrestabes dan bersedia membantu mencari pelaku. Secara internal, para pengurus langsung menghubungi setiap wilayah hingga ke ranting-ranting. Tujuannya hanya satu yakni mengidentifikasi pelaku.

“Yang saya dengar ada tentara yang mau pulang ke baraknya, ada yang mencegat di wilayah Rajawali lalu ada kejadian itu. Saya tidak tahu persisnya dan kita sudah omong dengan Polisi. Setelah kejadian itu, 24 jam kita koordinasi dengan Polrestabes, kita identifikasi itu siapa dan kita cari tahu. Sampai di wilayah juga tahu, karena di wilayah bisa ada anggota tetapi tidak terdaftar,” ujar Ketua XTC Kota Bandung M. Dicky Fauzia Rahman.

Baca Juga:Astagfirullah…Seorang Pemuda Posting di FB Foto Dirinya Injak AlquranAhok Dukung Dedi Mulyadi jadi Gubernur Jabar 2018

Setelah kejadian, tuduhan dan praduga memang diarahkan ke empat klub motor. Namun, kata Dicky hal ini sangat disayangkan sebab hal itu bisa membawa ketakutan bagi masyarakat Kota Bandung. Hal yang sama, efeknya pun pada keempat klub yang bisa saling tuduh sejauh polisi belum mengungkap pelaku yang sebenarnya.

“Ya, (tuduhan) langsung mengarah ke empat klub ini. Tapi misalkan pelaku belum ditangkap ya tidak bisa dituduhkan ke salah satu, nanti malah saling tuduh. Tapi kita sudah membantu polisi karena isunya terlalu besar. Malah isu ini terlalu besar daripada informasi yang sebenarnya,” kata dia.

“Itu kan anggota dengan jumlah 20 motor atau lebih, gak jelas mereka dari mana. Apakah dia aktif dari kelompok mana kita juga gak tahu. Kalau misalnya itu anggota mana dan kita nutup-nutupi boleh seperti itu. Boleh misalnya itu anggota XTC dan kita nutup-nutupi. Sekarang kan identitasnya gak jelas tapi judgenya geng motor lalu berantas semua,” sambung dia.

1 Komentar