Waktu :
Waktu beroperasi mereka adalah waktu yang mereka anggap dimana orang paling lengah yaitu Menjelang Subuh atau menjelang Magrib.
Alat :
Perlalatan Wajib mereka adalah Gunting Gembok/rantai, obeng, tang, kabel dan bor portable.
Cara :
Mereka masuk ke dalam rumah dengan menggunting gembok pagar depan. Setelah masuk ke rumah/garasi yang terdapat mobil pertama – tama mereka mengecek apakah alarm mobil aktif atau tidak, kalau masih aktif mereka meng-deaktifkan alarm dengan memotong kabel alarm di bawah mesin.
Baca Juga:Oknum Guru SMK di Karawang “Gauli” Siswinya Hingga Hamil 7 Bulan2 Pria ini Ditangkap Warga karena Edarkan Uang Palsu
Kunci Depan mereka buka dengan memakai penggaris melalui kaca depan agar kunci pintu tidak rusak, kalau tidak sempat mereka menggunakan kunci “T”. Stir yang terkunci dibuka dengan membor menggunakan alat bor portable, caranya: rumah kunci di bor dari bawah, bor tersebut akan memotong pengait besi yang mengunci stir di dalam rumah kunci, setelah terpotong maka stir akan bebas kembali. Demikian juga satu rangkaian rumah kuncinya. Dengan demikian dapat di stater dengan lubang kunci yang tebuka dengan menggunakan obeng. Namun kendaraan tersebut tidak lansung di stater, karena akan membangunkan pemilik rumah, mereka mendorong dulu kendaraan sampai ke luar pagar, lalu stater dan go bye-bye.
Pembagian tugas/hasil :
Dalam melakukan aksinya mereka paling sedikit 5 orang, sebagian mengawasi di jalan kalau ada yang melihat ia segera memberi tahu rekannya di dalam dan apabila orang yang melihat membahayakan mereka harus melumpuhkannya, satu orang stand by di mobil rental mereka kalau ketahuan mereka segera kabur, tentunya mereka telah survey juga jalan yang paling cepat untuk escape. Hasil setelah dipotong ongkos operasional dibagi rata sesama mereka.
Save House/basecamp :
Setelah mobil bisa dikendarai mereka meluncur ke Save House yang biasanya terletak di lingkungan mereka, karena sekitar lingungan mereka sudah terbina dan maklum akan pekerjaan mereka. Biasanya mereka mengeluarkan mobil setelah ada pemesan.
Cerita–cerita pada saat melakukan aksi :
Pernah kelompok mereka melakukan curanmor dalam satu hari sampai 5 (lima) mobil. Rata – rata dalam sebulan mereka mengambil 10 (sepuluh) buah mobil, maksimal mereka pernah mengambil sampai 23 (dua puluh tiga) mobil dalam sebulan.
