Rahmat mengambil cangkul itu di pojok luar kamar mess korban. Cangkul tersebut biasa digunakan untuk pembangunan atau renovasi mess.
“Itu kata pelaku yang kita dapat dari hasil prarekonstruksi ke tiga kali dan olah TKP empat kali,” kata Sutarmo.
Aparat Jatanras Polda Metro Jaya bersama tim IT Mabes Polri juga berhasil menangkap dua orang pelaku berinisial R alias Dayat dan IP alias Bogel, Minggu (15/5) lalu. Dayat ditangkap karena kedapatan memiliki ponsel korban. Sedangkan, Bogel ditangkap karena di rumahnya terdapat bercak darah.
Baca Juga:Secara Aklamasi, Partai Golkar Pilih Setnov “Papa Minta Saham” jadi Ketua UmumKuwu Blender Lantik 5 Perangkat Desanya
Kasus ini, ditangani oleh Polres Metro Tangerang bersama Polda Metro Jaya. Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Sutarmo, pembunuhan ini berawal dari sakit hati Rahmat terhadap Enno, karena mengetahui pujaan hatinya itu telah dijodohkan oleh orang pilihan orang tuanya.
“Memang adanya unsur perjodohan korban itu menjadi pemicu,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo ketika ditemui di kantornya, Senin (16/5).
“Ketiga tersangka sudah mengakui perbuatannya. Sebelum membunuh Eno dengan sadis, mereka memperkosanya secara bergantian,” kata Sutarmo.
Atas keberhasilan itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Krishna Murti berbangga diri dengan kinerja para anak buahnya.
“3 hari 3 malam kurang tidur. Alhamdulillah Pembunuhan biadab di Kosambi Tangerang terungkap. Saya bangga dengan kalian. Allah yang membalas. Sibukkan diri dengan perbuatan baik, maka kalian tidak akan punya waktu untuk berbuat buruk,” cuit Krishna Murti diakun Facebook pribadinya. (bay)
