CIREBON – Empat buah spanduk yang tersebar di sejumlah titik, berisi dukungan terhadap pemerintah Kabupaten Cirebon untuk merelokasi Pasar Sumber menjadi perhatian masyarakat.
Sebab keempat spanduk yang tersebar di sejumlah titik, diantaranya di depan SPBU Kelurahan Kemantren, depan SMPN 1 Sumber, jalan Watu Belah tepatnya di depan DPD Partai Golkar dan juga di lokasi relokasi pasar sumber takni di Kelurahan Kenanga. Spanduk tersebut mengatasnamakan forum komunikasi peduli pasar Sumber (FKPPS). Padahal yang mewakili pedagang hanya ada satu forum yakni ikatan pedagang pasar Sumber (IPPS) saja yang diketuaui H. Ridwan.
“Kami malah mempertanyakan FKPPS itu mewakili pedagang yang mana. Dan itu orang-orangnya siapa, kami juga tidak tahu,” ungkap salah satu warga Sumber, Nata.
Baca Juga:Mau Maling Motor Kepergok Nyang Punya, Lalu… Dorr! Nyang Punya Tersungkur2 Begal Berusia Belasan Tahun Dibekuk Polisi, Sempat Menghajar Warga
Sampai dengan saat ini, para pedagang masih konsisten dengan tuntutannya yakni dibangunnya Pasar Sumber di tempat lama (eks kebakaran.red). Oleh karena itu, spanduk yang berisi dukungan terhadap rencana pemerintah merelokasi bukan representasi dari keinginan pedagang.
“Saya pengen tahu siapa sih orang-orang dibalik itu semua. Kalau kita kan terang-terangan, siapapun tahu IPPS itu siapa. Jangan buat opini liar seperti ini, siapa yang bertanggungjawab,” lontarnya.
Lebih jauh disampikan Nata, spanduk tersebut telah terpasang sejak Senin lalu. Meskipun bertentangan dengan keinginan para pedagang, pihaknya tidak lantas melepas spanduk tersebut. “Itu hak ya, ya kami biarkan saja. Tapi kami ingin bertemu dan berdiskusi dengan mereka yang mengatasnamakan forum pedagang itu,” katanya.
Hal tersebut bukan kali pertama, lanjut dia, sebelumnya ada ormas yang menyebutkan mewakili pedagang dan mendesak pemerintah merelokasi pasar. Bahkan yang sangat disayangkan pemerintah dalam hal ini Disperindag saat audiensi menjanjikan akan mengusahakan dengan dewan. “Kenapa itu ormas ikut-ikutan, tidak mewakili pedagang juga kan,” ungkapnya.
Sedangkan, pada saat demo terakhir ribuan pedagang, pemerintah mengklaim bahwa ada unsur politis dibalik demo tersebut. Ia bersama dengan rekan-rekannya, menantang pemerintah membuka siapa saja yang berkepentingan dibalik demo. “Silahkan kalau pemerintah tahu buka saja biar jelas. Mana yang berkepentingan dan mana yang tidak, jangan lempar bola panas saja,” ungkapnya.
