Kasus “Bebek Nungging” Meredup, Si Goyang Itik Mendadak Diangkat jadi Duta Pancasila

Kasus "Bebek Nungging" Meredup, Si Goyang Itik Mendadak Diangkat jadi Duta Pancasila
2 Komentar

Eks personel Trio Kwek Kwek menulis tersebut sebagai komentar atas screenshot berita Kompas.com berjudul “Ditunjuk Jadi Duta Pancasila, Zaskia Gotik Bingung”.
Pada berita tersebut, Zaskia Gotik bingung soal tugasnya saat terpilih sebagai duta.

Entah apa yang harus diperbuat dan Zaskia Gotik pun belum paham Pancasila. Membaca berita tersebut, gadis berdarah Tionghoa ini lalu risih.
Dia menyalahkan anggota MPR yang asal tunjuk duta tanpa standardisasi yang jelas.

“Sebenernya males komen, tapi gatelll banget ni jempol . Ni yang nunjuk jahat ya… Tuh eneng aja gak ngerti kan harus ngapain, yang ada bikin eneng makin dibully.. Ya tapi ngerti apa saya soal negara ini, saya kan masyarakat biasa, bukan anggota MPR/DPR.. This is just too funny, kita woles aja yooo.. Peace! (komen yg fun aja ya, no hate). #dutapancasila #JanganBullyDutaPancasila #JadiinSayaDutaMieAyamPlissss,” tulis Leony.

Baca Juga:Pengembangan OTT dan Kasus BPJS Subang, KPK Geledah Dua Rumah Mewah ElitaGubernur Aher Buka Musrenbang Jabar 2017

Membaca posting-an Leony, sejumlah akun sependapat.
Akubn @ciciachy menulis komentar, “Bnr ka leonyyy… Eneng yg ditunjuk aja bingung, lah apalagi kita yg cm bs nonton di tv tambah binguung.”
Akubn @xxomarin menulis komentar, “Ngakak aja ya kak. Lucu banget, orang gini kok jadi duta pancasila.”

Merespon hal tersebut Pengamat Sosial Universitas Indonesia Devie Rahmawati mencoba menganalisisnya dari sisi filosofis dan strategi marketing. Berdasarkan hasil riset yang ada, menurut Devie kekuatan ketenaran memiliki dampak besar dalam aspek sosialisasi atau kampanye.

“Biar orang ingat, jangan sampai lakukan hal seperti itu lagi, karena anda akan jadi Zaskia Gotik. Jadi anda jangan sampai lupa atau menghina sebab kalian akan direspon sangat negatif oleh semua orang,” kata Devie saat dihubungi merdeka.com, Rabu (13/4).

Peraih beasiswa gelar doktor di Universitas Frankfurt ini menilai bahwa hal-hal yang menyulut kemarahan akan dengan mudah disebarkan secara terus-menerus di sosial media. Dia beranggapan yang menciptakan kemarahan arau keresahan menempati posisi nomor satu untuk diviralkan atau disebarkan.

“Toh ada yang levelnya menteri yang tidak hafal lagu Indonesia Raya. Apa bedanya teman-teman yang menjadi politisi tapi melakukan kesalahan dan hafal pancasila. Pancasila itu sebenarnya bukan sekedar slogan yang dihapalkan tapi juga dihayati. Justru peran ini harusnya ditunjukkan oleh pemimpin-pemimpin kita. Karena hanya mereka yang bisa menjadi role model. Kalau Zaskia kan hanya mengingatkan kembali,” terangnya. (bay)

2 Komentar