BEKASI – Suhu politik di Kabupaten Bekasi semakin memanas. Pasalnya, Partai Politik (Parpol) mulai intens melakukan komunikasi untuk membangun koalisi. Hal tersebut diperlihatkan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Rabu (30/030.
Kandang Banteng, sebutan kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, dikunjungi oleh pengurus DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi. Pertemuan itu dilakukan secara tertutup sekitar 2 jam di ruang rapat Kandang Banteng.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Meilina Kartika Kadir, serta pengurus inti partainya, dan Ketua PKS Kabupaten Bekasi, Muhammad Nuh beserta pengurus inti parpolnya melakukan komunikasi politik untuk membangun koalisi di Pilkada 2017. Soal membangun koalisi ini tak ditampik kedua petinggi parpol ini.
Baca Juga:Kuwu Cirebon Datangi Gedung Pakuan, Aher: Dana Desa Tak akan Kepotong oleh Pembiayaan PONNih Dia Macan Tutul yang Ditangkap Warga di Kaki Gunung Syawal
“Jadi, PKS berinisiatif mendatangi DPC PDI Perjuangan ini atas arahan dari DPP kami, agar berkomunikasi dengan banyak partai. Kita memulai dengan PDI Perjuangan ini, alasannya merupakan partai besar dan memiliki struktur yang lengkap serta solid,” ujar Ketua DPC PKS, Muhammad Nuh.
“Apalagi, PDI Perjuangan ini dipimpin sorang ibu yang luar biasa, dan ini merupakan daya tarik. Maka dari itu, PDI Perjuangan kami dahulukan untuk berkomunikasi. Hasilnya, mudah-mudahan menjadi pertimbangan DPW dan DPP Jabar kedua partai ini,” tambahnya.
Sebab, lanjut Nuh, kedua partai ini memiliki banyak kesamaan dalam hal visi dan misi membangun Kabupaten Bekasi ke depan agar lebih baik lagi. “Mudah-mudahan bisa direalisasikan kesamaan ini menjadi kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi pada umumnya. Karena luar biasa kita memiliki massa yang beragam dan berbeda,” terangnya.
Sehingga, tambah Nuh, masing-masing partai ini mampu dan konsisten membina konstituennya yang merupakan sebagian besar masyarakat Kabupaten Bekasi.
“Artinya, kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi akan selesai dengan PKS dan PDI Perjuangan. Itu tujuannya. Ada Chemistry (sepemahaman atau sepemikiran-Red) yang membuat kami cocok untuk bersatu,” papar Nuh.
Dirinya mengaku, secara kepemimpinan di partainya masing-masing, kecocokkan ada antara dirinya dengan Bu Meli, sapaan akrab Meilina Kartika Kadir. “Kedua partai ini fokus terhadap pemberdayaan masyarakat. Isyarat ini adalah berkoalisi tapi diputuskan DPP dan DPW Jabar. Pokoknya, kita klop. Sekarang aja cocok (M Nuh dan Meilina-Red). Kita serius ingin menggandeng PDI Perjuangan,” jelasnya.
