CIREBON – Kampus Akademi Maritim (Akmi) Suaka Bahari Cirebon, diontrog warga Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Senin (7/3/2016). Pemicunya, lantaran dua warga Ciperna dipukuli oleh sejumlah tatruna (mahasiswa) Akmi tersebut. Tak terima dengan perlakuan itu, wargapun beramai-ramai mendatangi kampus tersebut.
Informasi yang diterima, kampus yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Ciperna, Kabupaten Cirebon itu, sekitar jam 16.30 WIB mendadak ramai. Susana tegang pun terjadi. Massa yang datang berteriak-teriak meminta para taruna pelaku pengeroyokan itu keluar.
Beruntung, aparat kepolisian segera datang ke lokasi. Situasi bisa dikendalikan, dan emosi warga yang berapi-api berhasil diredam. “Kalau tidak dicegah oleh polisi, warga sudah melakukan penyerangan dan merusak kampus tersebut,” ujar Ketua Pemuda Ciperna, Juhri.
Baca Juga:Menristek Dikti: PDD Harus Dukung Pengembangan Kawasan IndustriPersika akan Dijual? Wabup Jimmy akan Panggil Petingginya
Dikatakan dia, peristiwa bermula saat salah seorang warga Desa Ciperna, Fian (20), naik motor ngebut dari arah Selatan, setelah membeli obat untuk saudaranya yang sakit. Saat melintas di depan kampus Akmi, Fian diteriaki oleh salah satu taruna Akmi.
Tak terima, Fian yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir itu, setelah memberikan obat, kemudian datang lagi ke TKP, membawa temannya, Adi (23). Tujuannya, untuk mengklarifikasi soal teriakan tadi. Namun, kedua warga tersebut malah dipukuli oleh sejumlah taruna. Mendengar kedua warganya dipukuli, puluhan warga Desa Ciperna beramair-ramai mendatangi kampus Akmi. (crd)
