“Sang Raja Terakhir” Resahkan Warga Cirebon

"Sang Raja Terakhir" Resahkan Warga Cirebon
0 Komentar

CIREBON – Warga Kota Cirebon kini tengah dilanda keresahan oleh datangnya aliran baru bernama Sang Raja Terakhir. Aliran yang tokohnya mengaku sebagai raja terakhir nusantara atau raja dari segala raja itu, kerap melakukan aktivitasnya juga menggunakan ritual-ritual aneh.

Aktivitas aliran Sang Raja Terakhir terjadi di kawasan Kejaksan Kota Cirebon, Jalan Evakuasi, Kecamatan Kesambi, dan sejumlah kawasan lain di Kota Cirebon. Dari informasi sejumlah warga, dalam aktivitasnya itu, tokoh aliran tersebut mengklaim namanya Raja Muhammad Hasanudin atau dikenal Baginda Raja Muhammad Hasanudin. Dia mengaku sebagai raja terakhir nusantara dan raja dari segala raja.

Salah satu Lurah di Kota Cirebon yang namanya enggan dipublish mengatakan, tokoh aliran tersebut mengelola sebuah lembaga pendidikan bernama Yayasan Besar Adat Caruban Nagari di sekitar Jalan Evakuasi, Kota Cirebon. Ia diketahui mengontrak di sebuah rumah atas nama Abdul Kholik.

Baca Juga:Denpom dan Satpol PP Geruduk Tempat Karaoke, Didapati PL Aduhai Berikut Miras“Hap” di Video Pemeriksaan Saipul Jamil Bikin Gaduh Dunia Maya

“Di kediaman tokoh tersebut, sering kedatangan orang-orang pada malam-malam tertentu secara rombongan dengan kendaraan umum. Hal tersebut pun sempat dicurigai oleh warga sekitar. Tapi warga hanya curiga karena pergerakannya juga belum dinilai membahayakan. Kami juga anggap belum terlalu meresahkan. Meski begitu, tetap kami pantau pergerakannya melalui petugas Babinkamtibmas,” ujar lurah tersebut.

Senada, lurah di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, yang juga enggan dipublish identitasnya mengatakan, sebagian wilayahnya pernah digunakan para pengikut Aliran Sang Raja terakhir. Aliran tersebut pernah melakukan hajat besar di wilayahnya.

“Pernah digelar acara Muludan pada Februari kemarin. Petugas dari Babinkamtibmas sini datang ke acara untuk memantau,” katanya.

Dikatakan dia, dari kegiatan itulah dirinya dan para warga mencurigai kalau aliran tersebut menyimpang. “Anggotanya banyak, tidak hanya diikuti oleh warga Kota Cirebon, namun sebagian besar Wilayah III Cirebon hingga Brebes, Jawa Tengah,” ujarnya.

Dalam menjalankan aktivitasnya aliran ini juga melakukan perekrutan terhadap warga. Untuk bisa mengikuti aliran ini, warga tak perlu mengucapkan syahadat, namun cukup mengumpulkan fotocopy KTP dan KK serta berjanji akan terus mengikuti ajaran yang disampaikan Sang Raja Terakhir.

0 Komentar