Nih Dia Rumusan Strategis Penyiaran ala Wagub Jabar  

Nih Dia Rumusan Strategis Penyiaran ala Wagub Jabar  
0 Komentar

“Lokal Konten, persoalannya juga jam tayang. Jam tayang biasanya kalau di daerah di jaringan TV Nasional tak jarang paling tidak tayangnya pukul 1.30 pagi. Padahal ya bisa di sore hari, atau jam 10 malam. Padalah Cuma 2 jam 24 menit, ini juga harus jelas diatur Undang – Undang. Jawa Barat sendiri banyak mengadakan festival, seperti FFJB dan Festival lainnya untuk menggali konten lokal, oleh anak-anak muda,” papar Deddy.

“Selanjutnya sulih suara, apakah benar diperbolehkan sulih suara. Jadi orang Arab pakai bahasa Indonesia, orang Turki pakai bahasa Indonesia. Ini bicara kultural, gaya hidup orang yang seolah dianggap gaya hidup Indonesia. Saya lebih cenderung dengan bahasa aslinya, jadi interaksi budayanya ada,” tegas Wagub.

Efeknya televisi kita akan dibanjiri film serial impor, yang paling bahaya krisis kultur. Dan secara ekonomi, production house (PH) di Indonesia banyak yang mati, karena impor film biayanya lebih murah dari pada buat film. Jadi hal ini merambat kemasalah ekonomi, budaya, dan sebagainya.

Baca Juga:Ganja Seberat 25,44 Kg dan Sabu DimusnahkanTKP! Polisi Ringkus Pengedar Sabu saat Bertransaksi di Tasikmalaya

Lanjut menurut Wagub Deddy, tayangan yang ideal sejatinya tidak bisa dipaksakan pada pihak swasta. Karena pihak swasta berbisnis, berinvestasi. Kata Deddy Televisi yang saat ini dibawahi langsung oleh DPR ini, bisa jadi contoh TV yang ideal tayangannya di negeri ini. TVRI mempunyai jaringan terluas di Indonesia, yang tidak dimiliki TV swasta. Saat ini menurutnya, konten yang ada di televisi ini, tinggal dipoles agar terlihat menarik.

“Kita kan tidak bisa menyerahkan sebuah siaran yang ideal pada swasta. Sekarang ada TVRI, yang sekarang langsung di bawah DPR. Misalkan daerah terluar, terpencil, terbelakang, bagaimana swasta bisa masuk sana? kan mereka berinvestasi. Nah TVRI inilah sebagai TV Publik yang bisa men-support itu, mencover itu semua. Termasuk juga konten-konten idealnya. Kan dibiayai oleh pemerintah, mestinyakan bisa lebih baik dari pada anggaran yang dikelola oleh swasta. Karna cover areanya paling besar TVRI. Maka tidak salah bila diberikan anggaran yang besar, cuma persoalannya anggaran yang besar belum tentu efektif kalau kelembagaannya belum dibenahi,” papar Wagub.

0 Komentar