Namun, dikarenakan belum ada data statistik yang valid, pihaknya meminta pemerintah untuk melakukan penelitian hingga dapat dicari bersama solusinya. “Kami sebagai akademis, mendorong pemerintah untuk melakukan penelitian. Nantinya dari hasil penelitian itu dapat kita kembangkan dalam program penanganan yang bersifat solutif,” harapnya.
Di akhir diskusi Teddy menegaskan, meski kaum LGBT ini bukan kategori suatu penyakit, namun para pelaku homoseksual diyakini sebagai faktor pemicu meluasnya virus HIV/AIDS. Mengapa demikian, karena biasanya para pelaku dan prilaku homoseksual melakukan hubungan seks tidak selalu dengan pasangannya, disamping proses ovulasi yang bukan pada tempatnya. (cuy/red)
