Sementara itu, dari hari ke hari kondisi Alfarokan kian melemah. Tumor ganas yang berada di mata sebelah kirinya, ternyata menggerogoti hampir semua tubuhnya. Afarokan pun tak bisa lagi menangis menahan sakitnya. Tak hanya itu, untuk tidur pun, mata sebelah kanan yang tak terkena tumor, tak bisa dipejamkan. Balita semata wayang dari pasangan Fima dan Joni, warga Dusun 1 Desa Curug Wetan Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon ini, juga tak bisa makan apa-apa. Dia hanya bisa minum susu dan makanan lain yang siserut.
Hingga akhirnya, kondisi Alfarokan semakin memprihatinkan. “Dia kejang-kejang, panas tubuhnya tinggi, tangannya gemetaran. Kami tak tega melihatnya, hingga kemudian memutuskan untuk membawanya ke sini, ke Rumah Sakit Permata. Tentunya, dengan biaya sendiri tanpa BPJS,” ujar Wahyu, kakek dari Alfarokan, saat ditemui Jabar Publisher di kamar perawatan Alfarokan, di Rumah Sakit Permata Cirebon kamar Amethyst 4, Kamis (18/2/2016).
Untuk diketahui, sang Ayah Alfarokan Sugema adalah hanya seorang satpam di salah satu koperasi yang setiap bulannya hanya mendapatkan gaji Rp 1,3 juta perbulan. (bay)
