Alhamdulillah, 45.000 Tenaga Pendidik SMA & SMK Segera Jadi PNS Jabar

Alhamdulillah, 45.000 Tenaga Pendidik SMA & SMK Segera Jadi PNS Jabar
0 Komentar

KOTA BANDUNG – Kabar baik bagi 45.000 tenaga pendidik (guru dan non-guru), baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun honorer, tingkat SMA/SMK negeri di Jabar, segera direkrut menjadi pegawai Pemprov Jawa Barat. Situasi tersebut, kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), akan terjadi seiring pengambilalihan SMA/SMK negeri di 27 kota dan kabupaten oleh Pemprov Jabar yang rencananya berjalan efektif mulai April 2016.

logo provMenurut Aher, di SMA/SMK negeri ini saat ini terdapat 26 ribu guru PNS, 4 ribu tata usaha, serta 15 ribu guru honorer atau total 45.000 tenaga pendidik. Sementara pada lingkungan sekolah swasta ada 121 ribu guru. Total siswa di sekolah negeri dan swasta sendiri berjumlah 1,8 juta siswa. Untuk jumlah SMA/SMK Negeri di Jawa Barat berjumlah 735 sekolah. Jika ditambah jumlah SMA/SMK Swasta dan Madrasah Aliyah (MA), jumlahnya bisa mencapai 5.000 sekolah lebih.

“Nanti 45.000 tenaga pendidik itu menjadi pegawai kami di Pemprov Jawa Barat. Dengan menjadi pegawai kami, otomatis manajemen akan kami atur lebih baik, termasuk pendistribusian guru berkualitas dan proses penerimaan siswa baru,” katanya di Gedung Pakuan, belum lama ini.

Baca Juga:Driver GO-JEK Bertingkah, Bawa Motor Ugal – Ugalan dan Bentak PenumpangnyaMasuknya MEA, Pemerintah Diharapkan Genjot Ekonomi Nasional

Aher mengaku selama ini sering menerima keluhan menumpuknya guru berkualitas di kota besar di Jawa Barat. Akan tetapi, dirinya tidak bisa mengatur karena pemerintah kota dan kabupaten sebagai pemilik kewenangan, sehingga cenderung tak mau mendistribusikan guru berkualitas ke daerah lain yang sebetulnya lebih membutuhkan. “Ini yang membuat guru-guru berkualitas di SMA 3 Bandung misalnya, terus saja seumur hidup ada di sana. Ini juga yang bikin kualitas pendidikan timpang, tidak merata di seluruh Jabar,” katanya.

Dengan ambil alih kelak, kata Aher, pihaknya akan mengevaluasi dan inventarisir agar seluruh potensi terlihat. Nanti akan diatur jangan sampai ada satu wilayah kelebihan atau kekurangan guru. Termasuk pemerataan kualitas sehingga pendidikan Jabar nanti seimbang, tak terpusat kota besar saja. Pemprov Jawa Barat sendiri melalui Dinas Pendidikan Jabar sudah membuat grand design pengambilalihan, mulai dari perizinan, aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), hingga kurikulum untuk muatan lokal.

0 Komentar