Liputan Khusus! Kalijodo yang Bakal Punah Vs Alexis yang Masih Kokoh

Liputan Khusus! Kalijodo yang Bakal Punah Vs Alexis yang Masih Kokoh
0 Komentar

KEMACETAN di Jalan Teluk Gong Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, seakan menjadi pelengkap hingar bingarnya dunia malam di Kalijodo. Deret 50-an warung remang-remang dan kafe penjaja minuman keras yang sudah ada sejak lama seperti menjadi ikon utama tempat hiburan malam kelas menengah bawah itu.kalijodoSelepas azan magrib berkumandang, suasana kawasan yang masuk dalam wilayah Kelurahan Penjagalan ini mulai berubah. Warung remang-remang dan kafe kelas kampung yang khusus menyediakan minuman keras, satu per satu mulai menyalakan lampu kerlap-kerlip yang menghiasai tembok utamanya.

Reklame dan neon box iklan bir mulai bersaing menghiasi malam Kalijodo. Satu per satu perempuan yang bekerja di industri hiburan malam dengan dandanan seksi yang mengundang, mulai sibuk di tempat kerjanya masing-masing.

Aroma kali yang menjadi lintasan limbah warga Jakarta seperti tenggelam ditelan wangi menyengat puluhan bahkan ratusan perempuan penghibur yang mengandalkan hidup dari kawasan Kalijodo.  Ya, itulah kawasan Kalijodo. Sebagian pria hidung belang bisa jadi tidak asing mendengar nama kawasan ini. Tempat pelepas syahwat ini mulai naik pamor di era kolonial Belanda, 1930-an.

Baca Juga:Naik Yamaha Aerox, Valentino Rossi Terobos Kemacetan Ibu KotaBoom!!! Pabrik Petasan di Indramayu Meledak, Seorang Pekerja Tewas

Bahkan, wacana pembongkaran Kalijodo seperti sudah menjadi langganan dan bergulir dari gubernur satu ke gubernur lainnya. Namun hingga kini kawasan tersebut tetap berdiri. “Memang wilayah sana tempat maksiat. Warga sini enggak terlalu memusingkan selama mereka tidak mengusik,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya usai salat magrib di Masjid Nurul Hasanah, Kalijodo, Rabu 10 Februari 2016.

Hentakan dangdut remix khas pantura mulai terdengar dari beberapa kafe ketika pintu terbuka. Tampak sejumlah wanita berpakaian seksi dengan make up tebal sibuk menggoda para lelaki yang datang atau melintas. Sedang‎kan di Masjid Nurul Hasanah, puluhan anak kecil asyik bercengkerama di lantai 2. Rupanya bocah-bocah itu tengah menanti guru ngaji mereka. Sementara di lantai bawah terlihat 3 pria sedang iktikaf sambil menanti azan Isya.

“Memang yang di sana (lokalisasi Kalijodo) itu kebanyakan orang pendatang semua. Kalau warga asli sini ya aktivitasnya biasa saja, seperti warga Jakarta lainnya,” ucap warga lainnya menimpali. Memang tidak semua bangunan yang ada di RW 5 Kelurahan Pejagalan itu dijadikan kafe maupun tempat karaoke. Kawasan prostitusi itu hanya tersebar ‎di 5 RT yang ada di RW 5, yakni RT 1, 3, 4, 5, dan 6. Di RW 5 Pejagalan, terdapat 9 RT.

0 Komentar