Apel Bersama Menentang Radikalisme, Terorisme dan Toleransi

Apel Bersama Menentang Radikalisme, Terorisme dan Toleransi
0 Komentar

BEKASI – Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Bekasi mendeklarasikan diri menentang radikalisme, terorisme, dan intoleransi di Plaza Pemda, Selasa (26/01) pagi. Deklarasi ini dilakukan melalui Apel Bersama yang juga dihadiri para Tokoh Agama (Toga), yakni Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu, juga menandatangani sebuah prasasti.

Prasasti itu berisikan menolak setiap gerakan radikalisme dalam bentuk apapun di Kabupaten Bekasi, menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan dan toleransi antar umat beragama.

Selain itu, isi prasasti tersebut adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran gerakan radikalisme dan terorisme dengan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dan lain sebagainya.

Baca Juga:Hotel Alexis Kebakaran? Para Perempuan Penghibur Blingsatan Keluar, Ternyata….Densus 88 Geledah Rumah Dua Terduga Teroris di Indramayu

Kapolresta Kabupaten Bekasi, Kombes Pol Awal Chairudin menyatakan, Apel Bersama ini dilakukan sebagai simbol atau tanda bahwa masyarakat Kabupaten Bekasi bersama-sama berkomitmen menolak atau menanggulangi bahaya-bahaya radikalisme. “Termasuk juga aliran-aliran sesat. Dengan Apel ini nantinya dilanjutkan dan diteruskan hingga ke tingkat RT dan RW,” ujarnya kepada awak media, Selasa (26/01).

Awal menerangkan, pihaknya berharap semua lapisan masyarakat sensitif terhadap bibit-bibit radikalisme dan kegiatan yang mengarah pada ancaman keutuhan Negara Republik Indonesia. Itu seperti aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Makanya kita lakukan Apel Bersama ini. Dan ini adalah bentuk pencegahan serta komitmen bersama untuk memerangai segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Dandim 0509 Kabupaten Bekasi, Letkol Inf Nurdianto mengatakan hal serupa. Apel Bersama ini adalah komitmen bersama menentang radikalisme, terorisme dan intoleransi. “Kita sama-sama satu tekad menentang radikalisme. Yang artinya tak memaksakan kehendak sosial, politik, dan agama. Karena itu tak boleh dan bertentangan dengan ideologi Pancasila,” tuturnya.

Pihak TNI, kata dia, siap mendukung penuh gerakan ini. “Jika memang ada indikasi tindakan radikalisme tentunya kita akan tindak tegas. Karena itu tak cocok dalam kehidupan Berpancasila. Saat ini hasil deteksi kami itu belum ada dan untuk wilayah kita masih aman serta kondusif. Namun, indikasi ke arah sana seperti ada kelompok Gafatar itu sedang kita kembalikan ke tempatnya masing-masing agar tidak mengembangkan ideologi yang tak sesuai dengan Pancasila,” bebernya.

0 Komentar