Ulama Syiah Dipancung, Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran Diserang Massa

Ulama Syiah Dipancung, Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran Diserang Massa
0 Komentar

Adik kandung mendiang Nimr, Mohammed al-Nimr, mengatakan saudaranya mati sebagai martir. Dia mengakui keputusan Saudi memancung ulama karismatik itu telah memicu kemarahan warga Syiah.

“Tapi kami menolak jalan kekerasan dan kami tidak ingin berseberangan dengan pemerintah Saudi,” kata Mohammed, saat dihubungi wartawan beberapa jam selepas kakaknya resmi dipancung.

Tak kurang, Pemimpin Spiritual Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei mengucapkan bela sungkawa atas tewasnya Nimr. Lewat akun Twitter resminya, sambil memasang foto Nimr, Khamenei menulis “kebangkitan tidak akan bisa dibungkam.”

Baca Juga:Wow! Kantor DPP Partai Golkar Nunggak Pembayaran PBB dan Listrik Rp1 Miliar LebihTutup Tahun 2015, Anggita Sari “Buka – Bukaan” Soal Tyas Mirasih

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Jaber Ansari, menyatakan tindakan Saudi akan memperpanas suasana Timur Tengah. Nimr, menurut pemerintah Iran, adalah tokoh politik yang menyampaikan aspirasi secara damai dan bukan teroris.

“Saudi akan membayar mahal atas keputusannya (menghukum mati Nimr),” ujarnya dikutip dari Kantor Berita Iran IRNA.

Kementerian Dalam Negeri Saudi berkukuh Nimr, dan beberapa sosok Syiah lainnya yang dipancung, terlibat terorisme. Pada unjuk rasa umat minoritas itu sepanjang 2011-2013, terjadi beberapa kali serangan ke pos polisi setempat.

Adapun kebanyakan para napi yang meregang nyawa kemarin adalah warga Saudi yang terlibat dalam operasi terorisme Al Qaidah pada 2003 dan 2004 di Kota Khobar yang menewaskan sejumlah warga asing dan warga sipil.

Sejak Raja Salman berkuasa, Saudi semakin agresif melancarkan hukuman mati. Terhitung pada 2015 saja, ada 153 narapidana yang dipancung. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. (bay)

0 Komentar