BUNTUT dipancungnya ulama Syiah, Nimr al-Nimr (56), oleh pemerintah Arab Saudi, kedutaan besarnya di Teheran, Iran, diserang massa, Minggu (3/1/2016). Massa merupakan kelompok yang mengecam eksekusi mati terhadap Nimr al-Nimr, seorang ulama Syiah terkemuka atas dakwaan terorisme. Selain melempar bom molotov, masa sempat naik ke atap kedutaan dan menurunkan bendera Saudi.
Informasi dari Iranian Students News Agency (ISNA), seperti dilansir AFP, Minggu (3/1/2016), kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (2/1) beberapa jam usai eksekusi Nimr. Massa merusak interior gedung dan api sempat terlihat dari dalam gedung kedutaan.
“Polisi ada di mana-mana dan telah membubarkan demonstran, beberapa demonstran telah ditangkap,” ujar seorang saksi mata.
Baca Juga:Wow! Kantor DPP Partai Golkar Nunggak Pembayaran PBB dan Listrik Rp1 Miliar LebihTutup Tahun 2015, Anggita Sari “Buka – Bukaan” Soal Tyas Mirasih
Sebelum akhirnya berhasil dibubarkan polisi, massa sempat memanjat atap kedutaan. Beredar pula foto-foto di mana para demonstran mencengkeram bendera Saudi yang berhasil mereka turunkan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi Hossein Jaber Ansari meminta polisi setempat melindungi para diplomat dan mencegah terjadinya demonstrasi di depan kedutaan.
Nimr merupakan ulama terkemuka yang mempunyai pengaruh besar di kalangan warga Syiah Iran dan Irak. Ia diketahui belajar Teologi di Iran lebih dari satu dekade.
Seperti diketahui, Arab Saudi akhir pekan ini memancung 47 narapidana, rata-rata terkait kasus terorisme. Satu di antara terpidana mati yang dieksekusi adalah tahanan politik bernama Nimr al-Nimr (56). Sosok Nimr adalah ulama Syiah di Saudi yang rajin memprotes kerajaan terkait kebijakan diskriminatif terhadap warga Syiah. Nimr terlibat demonstrasi pada 2011, kemudian ditangkap polisi.
Kantor Berita AFP melaporkan, Minggu (3/1), kabar dipancungnya Nimr oleh kerajaan beraliran Islam Sunni itu memicu kemarahan kawasan mayoritas Syiah, terutama di Iran. Ratusan warga Ibu Kota Teheran menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, dijaga ketat aparat.
Di Kota Mashhad, pengunjuk rasa bertindak lebih beringas. Belasan demonstran mencopot bendera Saudi dari kantor konsulat jenderal, setelah menerobos halaman dengan memanjat pagar.
Diperkirakan hari ini, ribuan orang pengunjuk rasa akan bergerak ke lokasi-lokasi terkait Kerajaan Arab Saudi di seantero Iran. Pemerintah Iran mempersiapkan aparat keamanan untuk menghindarkan kerusuhan seperti di Mashhad.
