Acara ceramah di Purwakarta sendiri merupakan undangan dari masyarakat dan tokoh ulama di sana yang melihat ada sesuatu tindakan di mana adat sudah menabrak akidah. “Sekarang kami kerja keras ini menjelaskan ke berbagai pihak, instansi, tokoh masyarakat mengenai sampurasun ini,” tutup dia. (dtc/bay)
Soal “Campur Racun”, FPI: Permintaan Maaf ke Sebelah Mana?
