Tidak hanya itu saja, pihaknya mengincar anggota yang sangat banyak di Kabupaten Bekasi, karena disini kota industri yang sangat dahsyat. Yang namanya Kota industri pasti ada yang namanya buruh. Misalkan, lanjut dia, buruh putus kerja atau di PHK dari perusahaannya itu bisa Kibar rangkul untuk menecahkan solusi ekonominya.
“Untuk menghindari tenaga kerja tadi (PHK) untuk tidak nganggur, atau keluhan lainnya kita bisa carikan solusi, dengan mengajak mereka ke koperasi DPP kibar yang akan didirikan bulan depan,” bebernya.
Saat disinggung mengenai pendiri LSM Kibar (Wiranto) dari partai politik dan uang atau pendanaan LSM Kibar bersumber dari partai politik. Diri menepis pertanyaan tersebut‎, kata dia, mereka (para anggota) mengeluarkan uang dengan berswadaya, contohnya adalah swadaya warung dengan membantu Rp.500 ribu per warung, jadi pendanaan tersebut dibantu dari sebagai pemilik warung dan DPP Kibar akan bekontribusi disitu (pemilik warung). “Kami tidak ada apliasi dengan salah satu partai politik manapun, Wiranto hanya sebagai H.Wiranto, disini bukan sebagai ketua umum partai. Beliau tekankan kepada kami ini tidak berpolitik, saya sebagai ketua umum kibar walaupun kita akan mengibar keseluruh Indonesia tidak akan berpolitik, kita berbuat untuk rakyat dan kita adalah instrumen di negara ini yang bisa dijalankan dan kita bermitra dengan pemerintah,” pungkasnya sambil menirukan gaya bicara Wiranto kepada Jabar PublisherJabar. (iar)
