Situasi per triwulan III 2015 ini juga tidak terlepas dari stabilnya Net Interest Margin pada level 6% dan pengelolaan biaya operasional yang sehat serta penurunan NPL menjadi sebesar 3,5%. Ahmad Irfan mengatakan kredit konsumer, masih mendominasi portofolio kredit yang disalurkan Bank Bjb sepanjang triwulan III/2015. Dari total kredit yang disalurkan pada periode tersebut yang mencapai Rp 54,5 triliun, komposisi kredit konsumer mencapai Rp 37,2 triliun.
Pertumbuhan kredit konsumen pun terus meningkat mencapai 13,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut turut mendukung pertumbuhan keseluruhan portofolio kredit Bank Bjb. Kredit konsumer juga akan terus dipertahankan sebagai captive market Bank Bjb.
Apresiasi Manajemen
Heryawan menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi manajemen di bawah kepemimpinan Dirut Ahmad Irfan yang baru mendapuk jabatan sejak Desember 2014 lalu. Di bawahnya, kendali perusahaan dianggap lebih solid sehingga bisa menuai prestasi pada fase perlambatan ekonomi global. “Tiada lain tiada bukan, kalau labanya malah makin naik, kinerjanya makin bagus, saya melihatnya sebagai peningkatan kemampuan manajerial. Sebelum-sebelumnya, soliditas manajemen ini tak sekuat sekarang,” katanya.
Baca Juga:Innalillahi…Mahasiswi Cantik yang Hilang Ditemukan TewasKuatkan Sektor Ekonomi Negeri ini, OJK Siapkan Masterplan Sektor Jasa Keuangan 2015-2019
Situasi ini pun membuat ekspansi kantor layanan BJB bisa kembali agresif dilalukan, setelah sempat dihentikan sementara beberapa waktu lalu. Dengan perluasan tadi, maka target mencapai 12 besar nasional akan terdorong sendirinya. Heryawan menegaskan, pihaknya juga sangat mendorong Bjb turut berupaya mendukung pemerintah mengatasi pelemahan pertumbuhan ekonomi. Yakni dengan mempercepat kebutuhan infrastruktur dan penyerapan Anggaran APBN/APBD tercermin dari penyaluran kredit korporasi dan komersial yang tumbuh 27,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. (jay/rls)
