“Tahun depan akan kami anggarkan Rp30 miliar yang akan ditujukan kepada 600 siswa di tiga SMK selama satu tahun. Mereka akan sekolah dan memperoleh pendidikan pesantren, termasuk biaya makan dan pendidikan diniyah, secara gratis mulai tahun depan,” katanya.
Dinas Pendidikan Jabar juga sedang mencari 12 lokasi di Jawa Barat yang juga akan dialokasikan untuk pesantren wirausaha tersebut, baik SMA/SMK, terutama bagi kota/kabupaten yang kecamatannya belum punya sekolah sejenis.
“Pekan lalu kami sudah survey beserta apraisal sekaligus. 12 titik yang kami cari kemarin antara lain di Kabupaten Bogor, Sukabumi, Majalengka, Subang, Pangandaran, dan Depok,” katanya.
Santri Kalong
Baca Juga:Yuk! Datang ke Festival Geopark Ciletuh Bulan Ini3 Bidadari di Balik Kejayaan Jabar Kini
Aher menambahkan, pihaknya sangat ingin pesantren tersebut terealisasi secara masif sebelum periodenya berakhir. Sebab, secara personal, Aher adalah lulusan pesantren. “Dulu saya santri ngalong di Darul Falah di Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Dari SMP sampai SMA, jadi paginya sekolah, lalu sore sampai malam mesantren ngalong alias pulang pergi” ungkapnya. Sebagai regulator, Aher menekankan, sudah seharusnya pihaknya menyiapkan aturan yang utuh, bermanfaat, dan mendorong keseimbangan dunia dan akhirat. (dov/rls)
