Dedi Mulyadi, Pernah jadi Pengembala Ternak dan Tinggal di Kontrakan Reyot

Dedi Mulyadi, Pernah jadi Pengembala Ternak dan Tinggal di Kontrakan Reyot
2 Komentar

Postur tubuh yang kecil, mengakibatkan Dedi Mulyadi dijuluki si Unyil. Namun tidak menjadi hambatan untuk dikenal karena kemampuannya dalam berpidato, berdakwah dan membaca puisi, serta selalu menjadi juara dalam bidang puisi, dakwah dan pidato.

“Masa SMA, masih saya lewati dengan keprihatinan. Bersekolah sambil menjadi tukang juru photo, berjualan layang-layang, menjadi penarik ojek, segala hal yang bisa menghasilkan uang saya lakukan, seperti berjualan es dan agar-agar,” ucapnya.

VYsCrx2WSetamat SMA, Dedi daftar seleksi AKABRI dan Secaba TNI AD. Tapi dia gagal masuk. “Kemudian saya pindah ke Purwakarta dan tinggal bersama kakak yang hidupnya sangat pas-pasan. Kami tinggal di rumah kontrakan yang hampir roboh. Selama 3 tahun saya tidak mengenal kasur, karena saya harus tidur dengan hanya beralaskan lantai,” ujar Dedi.

Baca Juga:Masjid dan Rumah Warga Dirusak, Geng Motor Serang sebuah Kampung di GarutYess! Akhirnya Persib Pakai Sistem Kontrak Pemain di Piala Jendral Sudirman

Selepas SMA itu, Dedi Mulyadi melanjutkan jenjang pendidikanya dengan kuliah di STH Purnawarman Purwakarta, sambil berjualan makanan di kantin SMEA Purnawarman. Selain itu, Dedi juga aktif sebagai Ketua HMI Cabang Purwakarta. “Berbagai peristiwa pedih saya alami, sampai saya pernah tidak makan selama tiga hari karena tidak punya uang untuk membeli nasi, karena uangnya habis untuk operasional kegiatan organisasi,” katanya.

Untuk menyelesaikan kuliah dan menyusun skripsi, Dedi melakukan penelitian, sambil kerja sebagai tenaga kontrak di PT. Indho Bharat Rayon, dengan upah yang hanya Rp 200 ribu. Kemudian dia berhenti dan bekerja menjadi tenaga administrasi di PT. Binawan Praduta. “Berhenti dari situ saya berjualan beras ke kantin dan pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Purwakarta,” terangnya.

Pada Tahun 1999, bintang terang mulai menyinarinya. Dedi menjadi anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dan menjabat sebagai Ketua Komisi E. Di lembaga legislatif itu, Dedi Mulyadi makin dikenal luas, terutama oleh kalangan birokrat, politisi, kalangan muda serta mahasiswa. Pasalnya, dia sangat vokal, kritis dan mempunyai kemampuan argumentasi tinggi.

“Selama jadi anggota dewan, saya kerap masuk kerja pukul 06.00 pagi dan pulang pukul 18.00 sore,” katanya.

Pada Tahun 2003 nasib baik mengantarkannya menjadi Wakil Bupati Purwakarta, mendampingi Bupati Purwakarta saat itu, Lily Hambali Hasan. Dan pada Tahun 2008, melalui mekanisme Pilkada langsung, Dedi Mulyadi dipercaya oleh rakyat Purwakarta menjadi Bupati Purwakarta periode 2008-2013. (bayu hidayah)

2 Komentar