Inilah Bomber Mall Alam Sutera, Leopard

Inilah Bomber Mall Alam Sutera, Leopard
0 Komentar

JAKARTA – Ini dia bomber Mall Alam Sutera, Tangerang, Banten (28/10), namanya Leopard Wisnu Kumala (29). Dia mengaku terlilit utang banyak dan dia meledakkan bom untuk memeras pengelola mal karena membutuhkan uang. Dan Mall Alam Sutera sendiri sudah empat kali menjadi sasaran bom rakitan  Bahkan, bom kelima rencananya juga diledakkan di mal ternama itu.

47fc3779-fde4-42a1-b33a-fec792db47dd_169“Rencana mau di Alsut juga kemarin. Realistis, mewah, punya duit banyak,” ujar Leopard saat ditanya Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti tentang aksinya yang empat kali mengebom Mal Alam Sutera, Kamis (29/10).

Leopard Wisnu Kumala ditangkap polisi 2 jam setelah melakukan aksi teror bom kedua di Mal Alam Sutera Rabu (28/10) malam kemarin. Apa yang membuat polisi begitu cepat menangkap tersangka?

Baca Juga:Listrik Mall Mati, Pengunjung Terjebak di Lift

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Tito Karnavian mengatakan, kasus tersebut terungkap berkat kerja sama tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan tim Densus 88 Polri dan Cyber Mabes Polri.

“Kunci dari pengungkapan kasus ini sebenarnya merangkai rekaman CCTV. Kita terimakasih Mal Alam Sutera memperbanyak CCTV, ada sekitar 300 CCTV di sana,” jelas Irjen Tito, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10).

Sejak kasus bom pertama yang meledak di toilet di Mal Alam Sutera 9 Juli lalu, polisi sudah melakukan penyelidikan. Ratusan CCTV yang terpasang di berbagai sudut hingga di tenant-tenant mal dianalisa satu per satu setiap hari.

“Dari rekaman CCTV ini, kami mengidentifikasi salah satu pelaku yang dicurigai. Pelaku mondar-mandir di mal tersebut,” katanya.

Dari cctv diketahui pada jam berapa tersangka meletakkan barang dan keluar dari mal tersebut. Untuk memperkuat penyelidikan, tim kepolisian juga menyusuri semua kendaraan bermotor di tempat parkir.

“(Saat itu) kita menduga pelaku menggunakan motor dan mobil, sehingga kita telusuri dan akhirnya buntu. Tidak ada profile,” imbuh mantan Kadensus Polri ini.

Kapolda kemudian membentuk tim survailance untuk menelusuri diduga pelaku yang terekam CCTV baik yang bekerja di mal tersebut maupun di luar mal. Tim survailance ini beredar di sekitar lokasi dan beberapa tempat yang dicurigai ada keberadaan tersangka.

0 Komentar