Selain keluhan pelanggan, PDAM juga harusnya bisa merespon desakan publik yang saat ini banyak menunggu untuk bisa jadi pelanggan PDAM.
“Warga Kemang Pratama banyak yang ingin jadi pelanggan PDAM tapi sampai sekarang jaringan belum juga masuk. Yang seperti ini harusnya dipikirkan,” tandasnya.
Terpisah Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi, Irman Firmansyah mendorong agar Walikota Bekasi, Rahmat Effendi beserta Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin agar mengevaluasi kinerja Badan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi.
Baca Juga:Warning! Pasar Rentan Kebakaran akibat ListrikJambret Dibakar Massa di Perbatasan Cirebon – Indramayu
“Badan Pengawas itu kepanjangan tangan dari Bupati dan Walikota selaku pemegang saham. Mereka ditunjuk untuk memastikan PDAM berjalan dengan baik sesuai harapan pemegang saham. Fungsi mereka memgawasi bukan studi banding. Jadi saya akan dorong agar ada evaluasi kinerja Badan Pengawas,” tegasnya.
Berdasarkan Informasi yang dihimpun, tanggal 15 hingga 17 Oktober 2015 lalu, anggota Badan Pengawas PDAM baru saja melakukan kegitan studi banding ke Pontianak. Tiga orang dari lima anggotanya berangkat. Studi banding ke Pontianak bukan kali pertama di tahun 2015. Namun, sudah kesekian kalinya.
Informasi lain, perusahaaan daerah ini seperti sapi perah dan menjadi tempat aktifis bekerja. Dan hanya bermodalkan telpon dari penguasa, seorang bisa menjadi pegawai PDAM milik Kota dan Kabupaten itu. (fjr)
