Warga Keluhkan Air, Badan Pengawas Tirta Bhagasasi Malah Jalan-jalan

Warga Keluhkan Air, Badan Pengawas Tirta Bhagasasi Malah Jalan-jalan
0 Komentar

BEKASI – Profesionalisme pengelolaan perusahaan air Tirta Bhagasasi dipertanyakan. Setelah warga protes terkait pelayanan air, kini Komisi C DPRD Kota Bekasi segera memanggil direksi PDAM Tirta Bhagasasi terkait izin studi banding luar daerah yang dilakukan Badan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bekasi, Haeri Parani, mempertanyakan seringnya Badan Pengawas (BP) PDAM Tirta Bhagasasi melakukan kegiatan studi banding luar daerah, tapi kinerja pelayanan PDAM Bhagasasi tidak maksimal, sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkan air PDAM yang tidak keluar dan kotor.

“Komisi C akan lakukan rapat internal, kemudian akan memanggil direksi PDAM Bhagasasi dalam waktu dekat ini,” ucapnya, Rabu (21/10).

Baca Juga:Warning! Pasar Rentan Kebakaran akibat ListrikJambret Dibakar Massa di Perbatasan Cirebon – Indramayu

Politisi asal Demokrat itu menilai kegiatan studi banding oleh badan pengawas PDAM Bhagasasi dinilai kurang efektif dan cenderung menghamburkan anggaran PDAM Tirta Bhagasasi.

“kegiatan studi banding pada dasarnya mengandung unsur dan muatan positif. Akan menjadi masalah, jika kegiatan tersebut dilakukan tidak serius atau hanya sebatas kedok agar Badan Pengawas bisa jalan-jalan gratis dengan menggunakan anggaran PDAM,” ujarnya.

Lanjut dia, selama studi banding dilakukan dengan benar, sah saja.  Tapi, jika sekadar untuk jalan-jalan, Haeri menilai, hal itu merupakan suatu tindakan keliru.

“Tentu patut kita pertanyakan kegiatan studi banding demikian,” ungkapnya.

Haeri menambahkan, kegiatan studi banding pada dasarnya bisa memberi manfaat. Sebab melalui studi banding, PDAM bisa mengetahui apakah pengelolaan yang sudah dilakukan selama ini benar atau tidak.

Tapi itu pun, kata dia, jika studi banding dilakukan di daerah yang memang memiliki PDAM yang lebih bagus dari PDAM Tirta Bhagasasi.

“Kalau studi banding ke daerah yang pengelolaan PDAMnya bagus itu baru benar. Kalau datang ke daerah yang pengelolaanya lebih buruk dari kita, buat apa dilakukan,” kata dia.

Dengan melihat realita yang ada saat ini, ketimbang melakukan studi banding, ia justru berharap PDAM bisa fokus terhadap permasalahan internal PDAM. Salah satunya merespon keluhan pelanggan PDAM.

Baca Juga:Sakti! Ponsel Djanur Bisa Balikin “Maung” ke KandangnyaDewan Nilai Parkir Pemkab Bekasi Semrawut

“Coba pelanggan hari ini banyak komplain karena air PDAM keruh dan mengalirnya sangat kecil sepanjang musim kemarau ini. Harusnya ini dipikirkan ketimbang melakukan aktivitas lain macam studi banding. Apalagi dilakukan Badan Pengawas yang harusnya fokus pada kontrol kinerja PDAM,” kata dia.

0 Komentar