Tak Mampu Tebus Ijazah, ABG Miskin Diperkosa Kepsek dan 10 Pria Lain

Tak Mampu Tebus Ijazah, ABG Miskin Diperkosa Kepsek dan 10 Pria Lain
0 Komentar

Dalam pengungkapan kasus tersebut, kaya dia, polisi mendapatkan kesulitan, karena si pelapor ada keterbelakangan mental. “Keterangannya juga berubah-ubah. Laporan dibuat dua kali, yang pertama disebut pelaku si anu, kemudian dia ingat lagi, pelakunya si anu,” ucapnya. Selain itu, lanjut Eko, dalam laporan visum tidak ada disebutkan IS dalam keadaan hamil. “Yang ada hasil visum, selaput daranya memang rusak,” ujarnya.

Salah seorang dari 11 yang dilaporkan IS (16) ke polisi merupakan oknum kepala sekolahnya yang berinisial BS. Dia diperkosa saat mengambil ijazah di rumah pelaku. Berdasarkan pengakuan IS, BS memang bukan yang pertama memerkosanya. Namun, dia melakukan perbuatan itu sampai tiga kali.

Menurut IS, peristiwa itu terjadi pada Desember 2014. Kejadiannya berawal ketika dia dipanggil BS yang menawarinya ijazah SD-nya yang belum diambil karena tidak ada uang. Tanpa curiga, IS tak menolak. Dia kemudian dibawa ke rumah BS yang ketika itu memang sedang sepi. Laki-laki itu kemudian membawanya ke rumah kosong di sebelah rumahnya kemudian memperkosanya di sana.

Baca Juga:PDIP Bekasi Bakal Gelar Musanran dan MusranBaru Berdiri Tiga Bulan, SMK Al-Asy’Ariyah Angkat Kaum Muda jadi Kepsek

BS disebutkan tiga kali menggagahi IS dengan ancaman, karena ijazahnya belum juga diberikan. Perbuatan itu dilakukan pada hari yang berbeda. Nama BS juga disebut sebagai salah seorang dari 11 pelaku yang memerkosa IS. Namun, keluarga korban menyebut putra BS merupakan personel kepolisian sempat mengancam mereka. Belakangan BS bahkan disebutkan menari-nari mengejek keluarga korban karena kasusnya tidak diproses. (mdc/bay)

 

0 Komentar