LOSARI – Sebuah keberanian dilakukan sebuah SMK berbasis pesantren di Kabupaten Cirebon. SMK yang berlokasi di Desa Kalisari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon, mengangkat kaum muda untuk menjadi kepala sekolah, untuk kemajuan sekolah tersebut. Padahal, usia SMK itu baru tiga bulan.
Ya, SMK Al-Asy’Ariyah. Kaum muda yang menjadi kepala sekolah definitif, adalah Syamsul Arifin SPdI. Dia menggantikan Malik Ibrahim SPdI, yang semula menjabat sementara sebagai kepala di SMK tersebut.
Gelaran serahterima jabatan dilakukan Minggu (11/10). Pejabat sementara, Malik Ibrahim SPdI diserahterimakan kepada pejabat definitif Syamsul Arifin SPdI. Acara sertijab dilakukan di SMK Al-Asy’Ariyah, Desa Kalisari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:Wow….Vampir Gentayangan di Car Free Day BekasiKetua Partai Gerindra Dikritik Legislatornya
Yayasan Pendidikan Islam AL-Asy’ariyah, KH. Abdul Basith Aziz mengatakan, sertijab kepala sekolah merupakan suatu keharusan. Pasalnya, dengan jabatan kepala sekolah yang definitif diharapkan bisa membawa kamajuan bagi sekolah tersebut.
“Pelantikan pejabat kepala sekolah definitif sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Hari ini kita menggelar sertijabnya dari Pak Malik Ibrahim SPdI kepada Pak Syamsul Arifin SPdI,” ujarnya.
Dengan jabatan definitif, lanjut KH Abdul Basith, pejabat bersangkutan akan lebih fokus bekerja untuk kemajuan sekolah yang dipimpinnya. “Kami yayasan menaruh harapan besar kepada Pak Syamsul Arifin SPdI sebagai pejabat kepala sekolah definitif. Semoga pejabat definitif ini bisa bekerja lebih maksimal,” lanjutnya.
Dalam perjalanannya, SMK Al-Asy’Ariyah yang baru berusia 3 bulan sudah mempunyai tiga rombongan belajar (rombel) dengan jumlah total murid sebanyak 106. “Awalnya ada 200 murid yang mendaftar, namun pihak dinas membatasi karena cuma baru mempunyai 3 rombel,” utasnya.
Di tempat yang sama, pembina dan pemilik SMK Al-Asy’Ariyah, Muhamad Farid SH, menambahkan, dalam rangkaian gelaran sertijab ini, pihaknya juga melakukan penyerahterimaan jabatan bendahara, dari pejabat lama, Syamsul Arifin SPdI kepada pejabat baru Navila Ambardine SPdI.
“Pejabat bendahara sebelumnya kan Pak Syamsul Arifin SPdI. Karena beliau menjadi kepala sekolah definitif, maka jabatan yang ditinggalkannya, yakni bendahara diserahkan kepada Bu Navila Ambardine SPdI. Pasalnya, tidak bisa sebagai seorang kepala sekolah rangkap jabatan menjadi bendahara,” ujarnya.
