Sekadar diinformasikan, Kebakaran yang melanda TPST Bantargebang dimulai sejak Jum’at (11/9) lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Diduga api berasal dari gas metan yang berada di area kebakaran.
Hingga saat ini api belum bisa dipadamkan, disebabkan oleh banyaknya gunungan sampah yang berada di lokasi kebakaran. Selain itu, angin kencang musim kemarau juga menyulitkan para personel Damkar memadamkan api.
Terpisah Ketua LSM Solidaritas Transparansi Intelektual Pemerhati Indonesia (SNIPER Indonesia) Amet Muslim mengatakan, kondisi TPS Bantargebang sudah memprihatinkan. “Kondisi di sana sudah memprihatinkan. Sampah sudah overload. Sangat berpotensi penyebab penyakit bagi masyarakat di pemukiman sekitar. Sudah saatnya Pemkot Bekasi mencari lahan baru untuk TPS lagi,” kata pria yanf akrab disapa Dewa kepada Bekasi Publisher. (fjr)
