Sementara itu, Ketua Aspelindo Kabupaten Bekasi, Hartono menambahkan, dirinya sangat sedih dengan pernyataan Kapolresta Bekasi tentang tidak kondusifnya persaingan pengusaha limbah di Bekasi dalam mendapatkan SPK dari perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi. “Yang pertama saya sangat sedih dan kita semua sangat kaget, karena kami Apelindo selama ini sudah membangun kekeluargaan dan menyelesaikan masalah-masalah tidak harus berbenturan, kita bersifat dewasa dalam suatu penyelesaian masalah,” ucapnya.
Dalam pernyataan Kapolres tersebut, kata dia, Aspelindo akan mengambil langkah, akan meminta waktu kepada Kapolres untuk menjelaskan langsung kepada pihak Aspelindo bahwa di Kabupaten Bekasi dianggap tempat rawan dan telah terjadi peta konflik. “Yang jadi pertanyaan kita konfliknya ada dimana? Kita mempertanyakan. Karena kalau berita ini sampai tersebar keluar dianggap ini tidak kondusif, kami merasa ini sangat memprihatinkan kami sebagai warga Bekasi,” katanya.
Menurutnya, persaingan antar pengusaha limbah di Kabupaten Bekasi tidak ada, justru malah Kabupaten Bekasi ini aman dan tentram. Pasalnya, pihaknya tidak ada masalah dengan siapa pun. “Kami berharap khususnya dalam hal ini kepada Kapolres Bekasi agar mengayomi dan membina,” tandasnya. (iar)
