Dia menambahkan, ini penting untuk menjadi bagian analisa DPRD tentang legalitas beroperasinya bangunan baru PT Mandom ini. Kemudian juga terkait safety dan P2K3 atau manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di perusahaan ini bagaimana?
Anggota Komisi IV DPRD juga mengkritisi lambatnya Kepolisian mengungkap motif dan penyebab ledakan di PT Mandom. Pusdiklab (Pusat Penyelidikan Laboratorium) Polda Metrojaya harus segera mengumumkan hasil penyelidikannya, agar masyarakat segera tahu penyebab ledakan di PT.Mandom
Yang menyebabkan puluhan orang meninggal. Komisi IV DPRD Kab.Bekasi juga berencana akan mengirimkan surat ke Polda Metrojaya dan Polres Kabupaten Bekasi terkait permohonan hasil penyelidikan Polisi atas ledakan di PT Mandom.
Baca Juga:LPCK Laporkan Pendapatan Semester I dan II Tahun 2015Great New Xenia, More-nya Xenia
“Ini kan domain Kepolisian, apa hasil olah TKP dan hasil Laboratorium Polda Metrojaya, kok lama banget hasil kesimpulan penyebab ledakan belum dipublikasikan. Menurut saya penting segera di umumkan hasilnya, jangan lama-lama dong, dulu kasus Bom Bali saja dua (2) minggu sudah bisa dipastikan penyebabnya bahkan sudah bisa rekonstruksi kejadian,” ungkap Nyumarno.
Seperti diketahui pertemuan berlangsung 3 jam, dan Anggota Komisi IV DPRD Bekasi juga sempat melihat kondisi pabrik tempat terjadinya ledakan, namun belum bisa masuk karena masih dalam Police Line dari pihak berwajib. Kedepan Pihak Perusahaan juga akan dipanggil lagi ke Kantor DPRD untuk dapat menjelaskan lebih detail lagi terkait kecelakaan di PT Mandom pada minggu depan. Pihak Ketiga sebagai kontraktor yang membangun pabrik jika diperlukan juga patut dimintai keterangan, soalnya ini kan pabrik baru dibangun dan baru beroperasi. Jangan sampai kejadian ini nanti disebabkan oleh konstruksi pipa atau bangunan yang tidak standar, sehingga menyebabkan kebocoran gas dan ledakan. (iar)
